Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar tengah memburu para provokator yang diduga menjadi pemicu bentrokan antar kelompok mahasiswa di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (31/1/2025) sore.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Laporan tersebut mencakup dugaan penganiayaan terhadap salah satu mahasiswa yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

"Sudah ada laporan. Kami masih menyelidiki penyebab bentrokan tersebut," ujar Devi kepada wartawan, Sabtu (1/2/2025).
Devi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi beberapa individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu, termasuk pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam saat kejadian berlangsung.
"Kami sudah mengetahui identitas orang yang membawa senjata tajam," katanya.
Bentrokan melibatkan dua kelompok mahasiswa yang identitasnya belum diketahui secara pasti. Insiden tersebut sempat terekam dalam video yang beredar di kalangan mahasiswa. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa orang membawa senjata tajam dan melakukan tindakan intimidasi.
Baca Juga : Kasus Penembakan Remaja 18 Tahun di Makassar, Iptu N Ditetapkan Tersangka
Akibat bentrokan itu, situasi di dalam kampus sempat mencekam. Para mahasiswa panik, sementara petugas keamanan kampus dan sejumlah dosen berupaya menenangkan suasana. Pihak kepolisian yang tiba di lokasi juga turut membantu meredakan ketegangan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, membenarkan insiden tersebut dan menyebutkan bahwa bentrokan dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada saling ejek antar kelompok mahasiswa.
"Saat perselisihan terjadi, pihak kampus dan sekuriti sudah berada di lokasi untuk melerai. Kepolisian juga hadir untuk membantu mendamaikan," ujar Arya.
Baca Juga : Kuasa Hukum Rusman Lapor Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD Soppeng ke BK, Minta Pemberhentian
Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang mahasiswa berinisial AY (19) mengalami luka di bagian pelipis, leher, serta memar di punggung akibat insiden tersebut. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik bentrokan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




