Gowa, jejakfakta.com - Penemuan jasad Sompa (70) menambah daftar menjadi 4 korban meninggal dunia akibat longsor di Bangkeng Tabbing, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Tim SAR gabungan menemukan Sompa di area persawahan yang tertimbun longsor, Ahad (25/12/2022).

Sompa adalah warga Panaikang, Kelurahan Bontolerung, Gowa.
Baca Juga : 5 Titik Longsor di Tinggimoncong Gowa, Masyarakat Diimbau Berhati-hati Saat Menuju Malino

Tiga korban meninggal sebelumnya yakni Muh Arsyad (39) warga Sigeri Kabupaten Pangkep, Anwar (36) warga Desa Pundata Baji Kecamatan Labakkang Pangkep, dan Multazam Syarif Alias Hasan (24).
BPBD Gowa melaporkan, seunit rumah ambruk tertimbun longsor.
Ada pula rumah warga yang terseret ke Sungai Manappa yaitu rumah milik Halim dan Dg Conci.
Baca Juga : Begini Kerennya Aksi Sosial IKA Faperta Unhas di Tinggimoncong
Longsor melanda Bangkeng Tabbing Tinggimoncong Sabtu (24/12/22) sekitar 03.00 Wita. Lokasi sekitar jalan poros Malino.
Longsor Tinggimoncong terjadi saat hujan lebat berangin kencang.
Daerah tetangga Tinggimoncong, Kecamatan Parangloe juga tertimpa longsor Rabu 16 November 2022 jelang petang. Juga di sejumlah lokasi lainnya Gowa, namun Parangloe terparah kala itu.
Baca Juga : Korban Longsor di Poros Malino Gowa Tunggu Pemecah Batu Besar
Longsor Parangloe tepatnya di Dusun Sapiria dan Dusun Kunyika, Desa Lonjoboko. Sejumlah rumah warga tertimbun.
Enam korban meninggal longsor Parangloe: Nurhaya (24), Nuraeni (47), Sunaria (38), Daeng Ngaseng (60), Jumaria (37), dan Muhammad Royan (6).
Status Awas
Baca Juga : 3 Korban Meninggal akibat Longsor di Bangkeng Tabbing Gowa
Selain Gowa, sejumlah wilayah di Sulsel juga mengalami cuaca ekstrem.
Sulawesi Selatan naik ke status awas cuaca ekstrem menurut peringatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, mulai 23 sampai 25 Desember 2022. Cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
"Diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Kamal, dalam siaran persnya, Jumat (23/12/22).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



