Rabu, 12 Februari 2025 07:25

Banjir Rendam 14 Kecamatan di Maros, Kantor Camat Disulap Jadi Posko Pengungsian

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Tim Basarnas evakuasi korban banjir di Kabupaten Maros, Rabu (12/2/2025). @Jejakfakta/dok. Basarnas
Tim Basarnas evakuasi korban banjir di Kabupaten Maros, Rabu (12/2/2025). @Jejakfakta/dok. Basarnas

Pemkab Maros memutuskan untuk meliburkan aktivitas ASN dan kegiatan belajar mengajar hingga kondisi membaik.

Jejakfakta.com, MAROS – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyebabkan banjir besar yang merendam 14 kecamatan sejak Selasa (11/2/2025). Pemkab Maros bergerak cepat dengan membuka kantor-kantor kecamatan dan masjid sebagai posko pengungsian bagi warga terdampak.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh camat untuk menjadikan kantor kecamatan dan masjid sebagai tempat evakuasi.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh camat untuk membuka kantor camat dan masjid yang bisa dijadikan tempat evakuasi,” ujar Chaidir kepada wartawan, Rabu (12/2/2025).

Baca Juga : Enam Titik Terendam, Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Banjir yang semakin meninggi terutama merendam enam kecamatan terparah, yakni Bontoa, Lau, Maros Baru, Marusu, serta kawasan perkotaan Turikale. Sementara kecamatan lainnya yang turut terdampak adalah Turikale, Moncongloe, Simbang, Bantimurung, Camba, Tanralili, Tompobulu, Mandai, Cenrana, dan Mallawa.

“Semua 14 kecamatan sudah melaporkan kondisi banjir. Namun, yang terparah ada di enam kecamatan, terutama wilayah pesisir seperti Bontoa, Lau, Maros Baru, dan Marusu. Di kota kecamatan Turikale, air juga sangat tinggi,” jelas Chaidir.

Dapur Umum dan Siaga 24 Jam

Baca Juga : 43 ASN Maros Bolos Kerja, Bupati Chaidir Syam Tegaskan Sanksi Menanti yang Melanggar

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Pemkab Maros mendirikan dapur umum yang berpusat di Masjid Al Markaz Al Islami. Dapur umum ini dikelola bersama PMI dan BPBD untuk memastikan pasokan makanan bagi warga terdampak.

“Kami siaga 24 jam, bekerja sama dengan PMI dan BPBD untuk menyediakan dapur umum di Masjid Al Markaz,” kata Chaidir.

Banjir yang terjadi kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah dengan naiknya air pasang laut yang memperparah genangan.

Baca Juga : Tiga OPD Baru Resmi Berdiri, Chaidir Syam Tunjuk Plt

“Banjir semakin meningkat karena kondisi air pasang yang turut naik,” ungkapnya.

Sekolah dan Kantor Pemerintah Ikut Terdampak

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah kantor pemerintahan dan sekolah. Akibatnya, Pemkab Maros memutuskan untuk meliburkan aktivitas ASN dan kegiatan belajar mengajar hingga kondisi membaik.

Baca Juga : Bupati Maros Larang Pejabat Terima Bingkisan Lebaran, Tegaskan Integritas Pemerintahan

“Walaupun air sudah mulai sedikit surut, kantor pemerintahan dan sekolah masih terendam. Untuk sementara, ASN dan sekolah kami liburkan,” tutur Chaidir.

Dengan kondisi yang masih belum stabil, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat demi keselamatan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Banjir Maros #pemkab maros #posko pengungsi
Youtube Jejakfakta.com