Jejakfakta.com - Ramadan 2025 sudah di depan mata. Bulan ini sangat dinantikan karena banyak keutamaan di dalamnya. Bukan hanya bulan yang penuh berkah, tapi Ramadhan juga bulan ampunan. Sudah sepatutnya seorang muslim bahagia dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Menjelang bulan suci, ulama kharismatik Ustadz Adi Hidayat (UAH) membagikan satu doa pendek dalam rangka menyambut Ramadan. UAH menganjurkan doa ini ketika pemerintah menetapkan awal Ramadan 2025.

Doa yang dibagikan UAH merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah SAW menjelang Ramadan. Doa ini dibaca agar mendapatkan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan untuk beribadah selama Ramadan.
Baca Juga : Jadwal dan Doa Buka Puasa Ramadan Kota Makassar 1 Maret 2025
Berikut adalah doa menyambut Ramadan yang dibagikan UAH danterdapat dalam hadis At-Tirmidzi nomor 3.254.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.
Artinya: “Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
UAH meminta umat Islam untuk menghafalkan doa tersebut, kemudian mengamalkannya setelah diketahui kapan awal Ramadan 2025.
“Itu tolong dihafalkan. Tadi sudah direkam, dibimbing. Nanti Ketika ditetapkan masuk awal Ramadhan bacakan itu,” kata UAH dikutip dari YouTube aMoslem, Kamis (27/2/2025).
Dalam ceramah berbeda, UAH pernah berpesan agar muslim serius menjalani ibadah Ramadan. Ia mengatakan, Allah SWT ingin hamba-Nya bertakwa kepada-Nya.
“Kamu mesti berubah. Kamu mesti jadi hamba yang taat. Mesti ada perbedaan ketika kamu lahir dengan kamu pulang,” ujar UAH, dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official.
“Kalau Anda hafal Qur’an, demi Allah begitu disebut takwa itu bisa berlinang air mata Anda. Karena ayat takwa selalu terkait dengan nilai kebaikan. Ketika Allah sebutkan takwa, maka Allah ingin tanamkan kebahagiaan,” tambahnya.
Kata Allah, lanjut UAH, orang yang takwa itu adalah mereka yang berhasil menunaikan ibadah puasanya. Orang takwa sudah siap dan bukan hanya present, tapi continuous.
“Hari pertama (Ramadan) shaf pertama. Hari kedua shaf pertama juga. Jadi meningkat terus, konsisten di situ. (Kalau) hari pertama datang sebelum Maghrib. Hari kedua habis Isya baru datang. Nah ini belum konsisten,” papar UAH.
Menurut UAH, jika ingin disebut golongan yang takwa continuous, maka harus dipertahankan. Misalnya, hari pertama hingga hari terakhir Ramadhan berada di shaf depan. Itu adalah yang terbaik.
Kemudian yang lebih baiknya lagi, kata UAH, takwanya tidak hanya sampai Ramadhan, tapi terus berlanjut di bulan-bulan lainnya hingga bertemu lagi dengan Ramadhan.
Wallahu a’lam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




