Jumat, 07 Maret 2025 20:31

Hadiri HLM TPID, Bupati Andi Utta Paparkan Program Landclearing untuk Ketahanan Pangan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (6/3/2025). @Jejakfakta/Humas Pemkab Bulukumba
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (6/3/2025). @Jejakfakta/Humas Pemkab Bulukumba

Pemkab Bulukumba pada tahun 2024 telah melaksanakan program landclearing atau pembersihan lahan untuk membantu masyarakat menanam bibit unggul.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2025. 

Kegiatan ini menghadirkan Forkopimda tingkat provinsi dan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama seluruh kepala daerah se Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 6 Maret 2025.

Rapat dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman didampingi Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, dan Sekda Provinsi, Jufri Rahman.

Baca Juga : Husniah Talenrang Datangi BBPJN Sulsel, Pastikan Usulan Jalan Prioritas Gowa Masuk Program Nasional

Gubernur Andi Sudirman menuturkan sejumlah tindak lanjut hasil HLM TPID Sulsel dari berbagai aspek. Salah satunya adalah melanjutkan program Mandiri Benih pada 2025 guna memastikan ketersediaan bibit unggul. 

Selain itu, kepala daerah di seluruh kabupaten/kota diharapkan segera menyusun daftar Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) serta mengoptimalkan perluasan lahan tanam.  

"Pemerintah juga akan fokus pada perbaikan infrastruktur, terutama jaringan irigasi dan jalan produksi, untuk mendukung ketahanan pangan serta kelancaran distribusi," ujarnya.  

Baca Juga : Penerima Bantuan Pangan di Bontomarannu Naik Tajam, Pemkab Gowa Kawal Validasi Data Warga

Selain itu, Andi Sudirman meminta Bulog meningkatkan penyerapan gabah petani selama masa panen raya dengan memaksimalkan pemanfaatan gudang yang tersedia.  

"Optimalisasi gerakan tanam cabai di lingkungan sekolah serta pemanfaatan lahan kosong juga perlu terus didorong," ungkapnya.

Untuk koordinasi ke depan, pihaknya akan melaksnakan Rapat Koordinasi Kepala Daerah di 24 Kab/Kota secara rutin untuk penguatan program ketahanan pangan Sulsel.

Baca Juga : Bantuan Pangan di Gowa Melonjak, Bupati Husniah: Negara Hadir Jaga Ketahanan Warga

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa diperiode pertama pihaknya telah melaksanakan program GEMOIH, atau Gerakan Menanam Lombok Nikmati Hasilnya. Program GEMOIH untuk pengendalian inflasi ini kata Andi Utta dilakukan di seluruh desa kelurahan dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong yang tidak dipakai.

"Pihak kelurahan meminta izin kepada pemilik lahan di wilayahnya untuk diolah menjadi kebun jangka pendek, seperti cabai dan sayuran," ungkapnya.

Tidak hanya di lahan kosong, Pemkab Bulukumba, lanjutnya meminta pihak sekolah menanam tanaman produktif di halaman sekolah, baik tanaman jangka pendek maupun tanaman jangka panjang.

Baca Juga : Bantuan Pangan Gowa Naik 50 Persen, 70 Ribu Warga Kini Terjangkau Program Pemkab dan BULOG

Selain itu untuk mendorong program ketahanan pangan, Pemkab Bulukumba pada tahun 2024 telah melaksanakan program landclearing atau pembersihan lahan untuk membantu masyarakat menanam bibit unggul.

"Tahun 2024 kita anggarkan 10 hektar per desa. Tahun 2025 ini ditingkatkan 20 hektar per desa," imbuhnya.

Pada kesempatan ia bicara, Andi Utta juga menawarkan solusi agar lahan masyarakat bisa lebih produktif, dan tidak terbengkalai. Menurutnya perlu ada kebijakan pemerintah agar semua lahan yang tidak produktif, pajaknya dinaikkan.

Baca Juga : Dari Pekarangan ke Pasar MBG, Urban Farming Makassar Mulai Gerakkan Ekonomi Warga

"Kalau pajak PBB nya dinaikkan, tentu ada motivasi dari pemilik untuk mengelola lahannya agar lebih produktif. Daripada hanya menjadi sarang babi," ungkapnya.

Dalam rapat ini, Bupati Andi Utta hadir bersama Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng dan Kabag Ekonomi Pembangunan, Andi Muh. Natsir.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#stabilitas harga #Ramadan #ketahanan pangan #Pemkab Bulukumba #TPID Sulsel
Youtube Jejakfakta.com