Kamis, 10 April 2025 02:08

Kabid PHU Sulsel Ungkap 3 Kemampuan Wajib Bagi Jemaah Haji di Manasik Parepare

Editor : Redaksi
Penulis : Erwin Ijarta
Sebanyak 162 calon jemaah haji asal Kota Parepare mengikuti Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kota yang digelar di Auditorium BJ. Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (9/4/2025). @Jejakfakta/dok. Kemenag Sulsel
Sebanyak 162 calon jemaah haji asal Kota Parepare mengikuti Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kota yang digelar di Auditorium BJ. Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (9/4/2025). @Jejakfakta/dok. Kemenag Sulsel

44 Tahun daftar tunggu, parepare masuk daerah prioritas.

JejakFakta.com, PAREPARE – Sebanyak 162 calon jemaah haji asal Kota Parepare mengikuti Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kota yang digelar di Auditorium BJ. Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (9/4/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid serta jajaran penting lainnya, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel yang diwakili oleh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Ikbal Ismail, Kepala Kemenag Parepare H. Fitriadi, Sekda, Forkopimda, dan jajaran Kemenag Kota Parepare.

Dalam sambutannya, Ikbal Ismail menegaskan bahwa untuk menjadi jemaah haji yang sukses dan mandiri, ada tiga kemampuan utama yang wajib dimiliki, yakni:

Baca Juga : Dukung Program Bahasa Asing, MAN Pinrang Siap Perluas Akses Pendidikan dan Karier Global Siswa

1. Kemampuan Kesehatan

"Ibadah haji menuntut kekuatan fisik dan ketahanan mental. Oleh karena itu, jemaah harus mulai membiasakan diri dengan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki jauh," jelas Ikbal.

Ia menyarankan agar jemaah mulai berlatih jalan kaki hingga 10 kilometer per hari, sebagai persiapan menghadapi perjalanan di Tanah Suci, khususnya pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang didominasi aktivitas fisik.

Baca Juga : MAN Pinrang Matangkan Persiapan Tahun Ajaran 2026/2027, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa

2. Kemampuan Finansial

Menurut Ikbal, selain melunasi biaya haji, jemaah juga perlu menyiapkan dana tambahan, baik untuk kebutuhan pribadi selama di Arab Saudi, maupun untuk keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

“Jangan sampai kebutuhan selama di Tanah Suci dan di rumah tidak terpenuhi. Perencanaan keuangan ini harus matang,” tegasnya.

Baca Juga : Hadiri Sertijab Kemenag Lutim, Bupati Irwan Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Pelayanan Keagamaan

3. Kemampuan Pengetahuan

Pengetahuan tentang tata cara berhaji, mulai dari rukun, wajib, hingga larangan dalam ibadah haji, harus dikuasai jemaah. Di sinilah pentingnya kegiatan manasik.

“Melalui manasik ini, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah secara mandiri dan benar, sesuai syariat,” jelas mantan Kepala UPT Asrama Haji Makassar itu.

Baca Juga : MAN Pinrang Target Pertahankan Juara Umum pada Porseni 2026 di Teppo

Pesan Khusus: Siapkan Diri, Jaga Komunikasi

Kabid PHU juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara jemaah dan petugas haji. Ia mendorong penggunaan aplikasi seperti WhatsApp untuk memudahkan koordinasi selama di Tanah Suci.

Ia juga menitip pesan kepada keluarga jemaah yang belum familiar dengan teknologi.

Baca Juga : Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Wabup Gowa Harapkan Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

“Tolong bantu bimbing orang tua kita agar bisa memanfaatkan gadget. Ini penting dan akan sangat membantu selama perjalanan haji,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota H. Tasming Hamid memberikan wejangan yang penuh kehangatan. Ia mengingatkan agar jemaah fokus pada pelaksanaan rukun dan wajib haji, serta tidak membuang tenaga untuk hal-hal yang tidak penting.

“Jagaki kesehatan ta semua nah. Saya ingin 162 jemaah Parepare ini berangkat dan pulang dalam kondisi sehat walafiat,” tuturnya dengan penuh harap.

Ia juga memberi perhatian khusus kepada jemaah asal Kabupaten Barru yang bergabung bersama jemaah Parepare dalam Kloter 21 Embarkasi Makassar, yang akan diberangkatkan pada 16 Mei 2025, dan masuk Asrama Haji sehari sebelumnya.

Sebagai informasi, Kota Parepare termasuk daerah dengan daftar tunggu haji terlama di Sulsel, mencapai 44 tahun. Maka, kesempatan berhaji ini menjadi momen yang sangat berharga bagi para jemaah.

Kegiatan manasik ini menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag membentuk jemaah haji yang mandiri, sehat, dan siap lahir batin.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Jemaah Haji #Kota Parepare #manasik haji #Kemenag Sulsel
Youtube Jejakfakta.com