Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh jajaran direksi dari empat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Appi di Balai Kota Makassar pada Senin, 21 April 2025.

Empat BUMD yang mengalami perombakan total tersebut adalah PD Parkir Makassar Raya, PDAM, PD Pasar, dan PD Terminal. Selain pemberhentian direksi, Appi juga menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk posisi Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Keuangan (Dirkeu) di masing-masing Perumda.
Baca Juga : HUT ke-419 Makassar: Bedah 419 Rumah, Nikah Massal Gratis hingga Layanan Kesehatan

Di PD Pasar, Appi menunjuk Kepala Dinas Perdagangan, Arlin Ariesta, sebagai Dewan Pengawas (Dewas). Untuk posisi Plt Dirut dan Dirkeu, ditunjuk Ali Gauli Arif (dari unsur Partai Golkar) serta Aiman.
Perombakan juga menyasar PDAM Makassar. Kepala Bappeda, Andi Zulkifli Nanda, ditunjuk sebagai Dewas, sementara Hamzah Ahmad dipercaya menjadi Plt Dirut dan Nanang Sutarjo sebagai Plt Dirkeu.
Selanjutnya, untuk PD Terminal, Kadis Perhubungan Zainal Ibrahim ditunjuk sebagai Dewas. Elber Maqbul Amin dipercaya sebagai Plt Dirut, dan Amir Hamzah sebagai Plt Dirkeu.
Baca Juga : Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar
Penunjukan Sementara Menjelang Seleksi Terbuka
Appi menegaskan, seluruh direksi lama resmi diberhentikan per 21 April 2025. Penunjukan Plt ini bersifat sementara, hingga proses seleksi terbuka (open bidding) untuk menentukan direksi definitif rampung dilakukan oleh Pemkot Makassar.
"Semua direksi lama diberhentikan. Plt yang ditunjuk akan menjalankan tugas sambil menunggu hasil seleksi terbuka untuk posisi definitif," ujar Appi kepada awak media.
Baca Juga : Dampingi Pelepasan Kontingen KONI Makassar, Kadispora Syamsul Bahri Dukung Target 200 Emas PORPROV 2026
Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan tata kelola BUMD di Makassar agar lebih profesional dan akuntabel ke depan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



