Jejakfakta.com, GOWA – Suasana memanas di Kantor Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Kamis (24/4/2025), saat sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Gowa menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mendesak Kepala Dinas Pertanian dicopot dari jabatannya karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.
Pantauan di lapangan menunjukkan, demonstran secara bergantian menyampaikan orasi di depan kantor yang terletak di Jalan Tumanurung. Tak lama berselang, massa mulai memasuki halaman kantor untuk melanjutkan aksinya.

Ketegangan sempat terjadi ketika para pengunjuk rasa mencoba memaksa masuk ke dalam gedung kantor. Aparat kepolisian yang berjaga dengan sigap menghalau mereka agar tetap berada di luar.
Baca Juga : Gowa Kunci Lahan Sawah, Revisi RTRW Dikebut di Tengah Tekanan Perumahan
Situasi kembali memanas ketika massa berusaha membakar ban di halaman kantor, tak jauh dari teras pintu masuk. Polisi kembali bergerak cepat untuk mencegah api menyala terlalu dekat dengan bangunan kantor, sehingga insiden berbahaya berhasil dihindari.
Setelah berulang kali menyuarakan tuntutan tanpa adanya tanggapan dari pihak Dinas, massa kemudian melanjutkan aksi mereka ke Kantor Bupati Gowa.
Tudingan Serius: Penyalahgunaan Wewenang dan Alih Fungsi Lahan
Baca Juga : Munafri Arifuddin Ajak Pemuda Jaga Demokrasi dan Stabilitas Makassar
Koordinator lapangan, Muhammad Fajrin Rahmat, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan Dinas Pertanian yang diduga memberikan izin pembangunan perumahan di atas lahan produktif.
"Seakan-akan Dinas Pertanian mengambil keuntungan pribadi dari pengalihan fungsi lahan. Kami mendesak Bupati Gowa segera mencopot Kepala Dinas Pertanian," tegasnya.
Menurutnya, konversi lahan pertanian menjadi perumahan telah merugikan petani setempat dan mengancam keberlangsungan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
"Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar," ancamnya.
Respons Pihak Dinas: Tunggu Hasil Pembahasan LP2B
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Lia, meminta para demonstran bersabar.
Baca Juga : Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Dua Kantor DPRD di Makassar, Peran Mereka Beragam
"Pembahasan mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) masih berlangsung. Sejak awal, kami sudah mengimbau agar lahan produktif tidak dialihfungsikan. Mari kita tunggu hasil keputusan resminya," ujar Lia.
Tuntutan Utama Pengunjuk Rasa:
- Copot Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa.
- Usut dugaan penyalahgunaan wewenang dalam izin alih fungsi lahan.
- Desak Bupati Gowa segera mengevaluasi pejabat terkait.
- Tegakkan supremasi hukum atas dugaan pelanggaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




