Kamis, 01 Mei 2025 05:51

Mendiktisaintek Bawakan Tausiah Subuh di Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, saat bersilaturahmi bersama jamaah Masjid Ikhtiar Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Rabu (30/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Unhas
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, saat bersilaturahmi bersama jamaah Masjid Ikhtiar Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Rabu (30/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Unhas

Umat muslim harus memperhatikan waktu-waktu yang baik untuk berdo’a, dan memanjatkan do’a menurut tuntunan Allah SWT.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Mengakhiri kunjungan ke Makassar, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, berkesempatan untuk bersilaturahmi bersama jamaah Masjid Ikhtiar Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Rabu (30/4).

Jamaah yang didominasi oleh dosen dan guru besar Universitas Hasanuddin ini menyambut hangat kedatangan Prof. Brian, yang didampingi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Usai melaksanakan Shalat Subuh secara berjamaah, Prof. Brian membawakan tausiah singkat.

Pada kesempatan ini, Ketua Pengurus Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea, Prof. Dr. Ir. M. Altin Massinai, MT Surv., menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas kehadiran Mendiktisaintek. Masjid yang sedang dalam proses pembangunan ini baru pertama kali dikunjungi oleh seorang menteri.

Baca Juga : Satu Tahun Munafri–Aliyah: Di Balik Angka Pertumbuhan, Sosiolog Unhas Bicara Soal Wajah Sosial Makassar

“Ini merupakan momen yang sangat berkesan. Meskipun kondisi fisik bangunan masjid belum sepenuhnya rampung, namun dikunjungi oleh Bapak Menteri. Mudah-mudahan kehadiran Bapak membawa berkah untuk kita semua,” kata Prof. Altin.

Dalam tausiahnya, Prof. Brian memaparkan tentang kekuatan dan pentingnya do’a. Dengan merujuk beberapa sumber dalam Al Qur’an, Al Hadist dan kisah-kisah para ulama, Prof. Brian yang merupakan lulusan dari University of Tokyo Jepang ini mengisahkan banyak contoh peristiwa kekuatan do’a.

“Berdo’a itu ada yang di awal, yang tujuannya untuk membuka pintu-pintu kebaikan. Jika kita merasa do’a kita belum dikabulkan, jangan berkecil hati, sebab do’a itu akan menjadi ibadah, yang pahalanya akan kita terima kembali di hari akhir kelak,” kata Prof. Brian.

Baca Juga : Pemkot Makassar–Unhas Perkuat Tata Kelola Pulau, Pembangunan Kepulauan Tak Boleh Tertinggal

Prof. Brian berharap para jamaah tidak berhenti berdo’a untuk semua pertolongan yang diharapkan. Begitu kuatnya kekuatan do’a hingga ia dapat mengubah takdir. Umat muslim harus memperhatikan waktu-waktu yang baik untuk berdo’a, dan memanjatkan do’a menurut tuntunan Allah SWT.

Rektor Unhas yang memandu dialog singkat dengan jamaah Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea turut menyampaikan rasa haru atas kehadiran Prof. Brian.

“Bapak Menteri tidak sempat ke kampus dan berdialog secara formal. Namun beliau sangat ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan dosen dan guru besar Unhas. Maka disela-sela waktu yang padat, beliau meminta untuk hadir shalat subuh berjamaah disini agar dapat menyapa bapak ibu para jamaah. Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Menteri,” kata Prof. JJ.

Baca Juga : Dari Ruang Media ke Ruang Kuliah: Andi Widya Warsa Syadzwina Menyelesaikan Perjalanan Doktoral dengan Penuh Makna

Usai silaturahmi bersama jamaah, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D selanjutnya berpamitan untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan tugas-tugas.(*/ir)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Mendiktisaintek #Prof. Brian Yuliarto #tausiah #kekuatan do’a #Unhas
Youtube Jejakfakta.com