Selasa, 03 Januari 2023 14:40

Hari Ketujuh, Pencarian Korban Tanah Longsor di Maros Dihentikan dan Empat Korban Dinyatakan Hilang

Editor : Nurdin Amir
Pencarian korban tanah longsor di Maros dihentikan dan empat korban dinyatakan hilang, Senin (02/01/2023) siang kemarin. @Jejakfakta/DokBasarnas
Pencarian korban tanah longsor di Maros dihentikan dan empat korban dinyatakan hilang, Senin (02/01/2023) siang kemarin. @Jejakfakta/DokBasarnas

4 orang korban yakni Dilla (14), Emi (47), Adel (12), dan Cellung (2) tidak ditemukan tanda keberadaannya.

Jejakfakta.com, Maros - Upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros akhirnya dihentikan setelah tidak ditemukan tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh pencarian, Senin (2/1/2023) siang.

Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi mengatakan pencarian Tim Sar Gabungan telah dioptimalkan untuk menemukan 4 korban lainnya yang dilaporkan hilang dari 6 orang yang menjadi korban tanah longsor yang terjadi di jalan poros Maros-Bone pada Rabu (28/12/2022).

"Berbagai upaya telah dilakukan dengan menggunakan alat berat ekskavator untuk membersihkan sisa tanah longsor, menggali menggunakan alat manual, menyisir sungai menggunakan perahu karet hingga berjalan kaki sampai puluhan kilometer. Namun, hingga hari ketujuh, baru 2 orang korban yang berhasil ditemukan, yakni Ilham (48) dan Rimang (80)," ujar Djunaidi, melalui siaran pers yang diterima Jejakfakta.com, Selasa (03/01/2023).

Baca Juga : Nelayan Wajo Hilang Kontak di Perairan Siwa, Basarnas Makassar Kerahkan Tim SAR

"Sementara, 4 orang lainnya yakni Dilla (14), Emi (47), Adel (12), dan Cellung (2) tidak ditemukan tanda keberadaannya," sambungnya.

Djunaidi menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi dalam melakukan pencarian di lapangan, seperti kuatnya arus sungai serta kondisi cuaca di sekitar lokasi yang diguyur hujan membuat Tim Sar Gabungan harus ekstra hati-hati melakukan penggalian dan penyisiran.

"Seluruh material longsoran yang menimpa 4 rumah sudah dibersihkan namun tidak ditemukan keberadaan korban lainnya. Kuat dugaan, korban terbawa arus sungai yang tepat berada di belakang rumah lokasi terjadinya longsoran," jelasnya.

Baca Juga : 6 Kecamatan di Soppeng Terdampak Banjir, Longsor di Kecamatan Lalabata

Sementara, kendala lain adalah lebar dan panjang sungai terlampau jauh, ditambah medan sungai yang berbatu menyulitkan Tim Sar Gabungan memindai sepanjang aliran sungai yang dilewati.

"Sesuai amanat undang-undang yang membatasi pencarian hingga hari ketujuh, kesepakatan dan persetujuan anggota keluarga korban didampingi aparat pemerintah setempat, maka dengan berat hati operasi pencarian dihentikan dan ditutup, serta 4 korban dinyatakan hilang," terangnya.

Basarnas Sulsel menyampaikan duka cita mendalam terhadap keluarga korban yang ditimpa bencana tanah longsor. Semoga diberi kesabaran dan keikhlasan.

Baca Juga : Lewati Titian Bambu di Tengah Deras Arus Sungai, Pj Gubernur Bahtiar Temui Warga Korban Bencana di Latimojong dan Bajo Barat

"Permohonan maaf juga kami sampaikan atas keterbatasan waktu melakukan pencarian. Terima kasih untuk seluruh unsur yang tergabung atas dedikasinya membantu pencarian," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Tanah Longsor #Desa Rompegading #Basarnas Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com