Rabu, 28 Mei 2025 14:45

Komitmen Tekan Stunting, Wabup Lutim Paparkan 8 Aksi Konvergensi dan Inovasi Daerah

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim), Puspawati Husler, saat presentasi evaluasi rutin Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/05/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim), Puspawati Husler, saat presentasi evaluasi rutin Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/05/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Angka stunting di Lutim berdasarkan data SSGI 2021-2022 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sempat menyentuh angka 26%.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim), Puspawati Husler, menegaskan komitmen daerahnya dalam menurunkan angka stunting melalui pemaparan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. Di hadapan Tim Penilai Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Wabup selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menyampaikan capaian dan strategi yang telah dilakukan selama ini.

Presentasi yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (28/05/2025) ini dipusatkan di Aula Media Centre Diskominfo-SP Lutim dan menjadi bagian dari evaluasi rutin yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

Dalam pemaparannya, Puspawati mengungkapkan bahwa angka stunting di Lutim berdasarkan data SSGI 2021-2022 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sempat menyentuh angka 26%. Namun berkat kerja keras lintas sektor, angka tersebut berhasil ditekan hingga 21,8% pada 2024.

Baca Juga : DP2KB Luwu Timur Perkuat Sinergi, Rakerda 2026 Fokus Sukseskan MBG 3B dan Tekan Stunting

“Penurunan 4,2% ini membuktikan bahwa intervensi yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil positif. Anak-anak kita tumbuh lebih sehat, keluarga lebih bahagia, dan masa depan Lutim semakin cerah,” ujar Wabup.

Tak hanya menyampaikan capaian, Puspawati juga memperkenalkan berbagai inovasi lokal yang mendukung program percepatan ini. Di antaranya:

  • Gemilang (Gerakan Menikah Sehat Menuju Generasi Cemerlang)
  • Mata Buntu (Jemput Rawat Inap Ibu Hamil Terpantau)
  • Papan Kosavids
  • Teko Panas (Teh Kelor Kaya Manfaat Bagi Ibu Hamil)
  • Bilik Siap Nikah
  • Pangkilan Candu (Pantau Keliling Ibu Hamil)
  • Pos Penting (Posyandu Pencegahan Stunting)

Kepala Bapelitbangda Lutim, Dohri Ashari, turut menambahkan bahwa di tahun 2025, seluruh desa di Lutim mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp85 miliar untuk intervensi sensitif stunting. Dukungan juga datang dari sektor swasta dan lembaga sosial.

Baca Juga : Wabup Puspawati Paparkan Keberhasilan “Kartu Sakti” Tekan Kemiskinan di Musrenbang Sulsel

“PT Vale Indonesia berkontribusi melalui dana CSR sebesar Rp300 juta per desa setiap tahun, dan 30% dari dana tersebut dialokasikan untuk program stunting,” jelasnya.

Baznas Lutim pun turut berperan aktif dalam membantu anak-anak terdampak stunting.

Kegiatan ini memperlihatkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menekan stunting melalui pendekatan konvergensi yang terukur. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran kepala OPD dan instansi terkait, seperti Bapelitbangda, DP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, TP PKK, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#stunting Luwu Timur #puspawati husler #8 aksi konvergensi #inovasi penurunan stunting #TPPS Lutim #program kesehatan ibu dan anak
Youtube Jejakfakta.com