Senin, 02 Juni 2025 10:11

Wali Kota Makassar: Pancasila Harus Dihidupkan, Bukan Sekadar Dihafal

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Karebosi, Senin (2/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Karebosi, Senin (2/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Di bidang birokrasi, Munafri menuntut pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan penguatan komitmen terhadap ideologi Pancasila sebagai landasan utama pembangunan nasional. Seruan ini disampaikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Karebosi, Senin (2/6/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi merupakan pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan. Ia adalah jiwa dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyatukan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang,” ujarnya.

Baca Juga : PKL Ditata, Modal Usaha Disiapkan, Munafri Gandeng Bank Sulselbar Perkuat UMKM Lewat KUR

Mengangkat tema "Pembumian Nilai-nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045", Munafri menyoroti pentingnya revitalisasi Pancasila dalam berbagai sektor—terutama pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital.

Di sektor pendidikan, Munafri mengajak sekolah dan perguruan tinggi untuk mengajarkan Pancasila secara aplikatif, bukan hanya teoritis. Di bidang birokrasi, ia menuntut pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia juga menekankan pentingnya ekonomi kerakyatan sebagai perwujudan sila kelima, dengan mendorong pemberdayaan UMKM, koperasi, dan pelaku usaha informal.

Baca Juga : Pemkot dan DPRD Makassar Kebut Tiga Regulasi Strategis, Transportasi hingga Tata Ruang Kota Diperkuat

“Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan dan program. Tidak boleh ada kepentingan sempit yang mengalahkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” tegasnya.

Dalam menghadapi tantangan era digital, Munafri yang akrab disapa Appi, mengingatkan bahwa ruang daring bukanlah ruang bebas nilai. Ia mengajak masyarakat untuk menegakkan etika, toleransi, dan literasi digital berbasis semangat gotong royong.

“Kita ingin bangsa yang maju secara teknologi, tapi juga luhur budinya. Indonesia butuh kemajuan yang berakar pada moral,” kata Appi.

Baca Juga : Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar

Sebagai bagian dari peringatan, Munafri juga mengapresiasi peran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang terus mendorong penguatan ideologi di berbagai lini.

Ia mengakhiri sambutan dengan ajakan untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum penguatan persatuan dan gotong royong.

“Mari jadikan Pancasila sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#hari lahir pancasila #Munafri Arifuddin #BPIP #indonesia emas 2045 #ideologi negara #UMKM #Literasi Digital #gotong royong
Youtube Jejakfakta.com