Jejakfakta.com, MAKASSAR – Tujuh bulan berlalu sejak kasus penembakan yang menewaskan pengacara Rudy S Gani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, aparat kepolisian masih belum berhasil mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.
Rudy S Gani tewas setelah tertembak senapan angin saat merayakan malam pergantian tahun di Dusun Limpoe, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, pada 31 Desember 2024. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Lappariaja, namun nyawanya tak tertolong. Rudy dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.30 WITA akibat luka tembak di bagian wajah.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan meski menghadapi sejumlah kendala.
Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
“Kami masih terus bekerja, tim kami masih di sana,” ujar Setiadi kepada wartawan, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, minimnya petunjuk di tempat kejadian perkara (TKP) menjadi hambatan utama dalam proses pengungkapan. Tidak adanya kamera pengawas (CCTV) serta terbatasnya bukti DNA menyulitkan identifikasi pelaku.
“CCTV tidak ada. Kita juga sudah ambil sampel DNA di jalur yang kemungkinan dilalui pelaku, tapi hasilnya nihil,” jelasnya.
Setiadi menambahkan bahwa lokasi kejadian yang merupakan area terbuka turut memperbesar kemungkinan hilangnya jejak pelaku.
“Karena tempat terbuka. Nanti kalau tersangkanya tertangkap, pasti akan kami update,” ujarnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa puluhan saksi, termasuk istri korban. Beberapa senapan angin milik warga sekitar juga sempat disita untuk keperluan uji balistik, namun belum membuahkan hasil signifikan.
Baca Juga : Ahli Pers Dewan Pers: Praperadilan Kekerasan Jurnalis Dapat Dikabulkan
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, khususnya di Sulawesi Selatan. Masyarakat dan keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap siapa pelaku di balik kematian pengacara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




