Presiden RI, Joko Widodo mencabut pemberlakukan pembatasan kegiatan mayarakat (PPKM) pada akhir tahun 2022. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Devo Khadaffi menilai itu angin segar bagi industri pariwisata.
"Tidak hanya di Sulawesi Selatan, tapi seluruh Indonesia. Terlebih lagi, penerbangan luar negeri juga sudah mulai dibuka kembali di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar," kata Devo.

Dia berpendapat, pencabutan PPKM akan semakin menggairahkan minat orang untuk datang ke Sulsel. "Tentu saja kita berharap juga dengan pencabutan PPKM ini, maka sektor-sektor ekonomi kreatif, sektor-sektor kebudayaan yang mungkin saja kemarin masih terbatasi dengan adanya PPKM ini, tentu saja sudah terbuka secara lebar," urai Devo.
Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel
Disbudpar segera mempersiapkan industri pariwisata dari sisi ekonomi kreatif dan kebudayaan, untuk menarik minat wisatawan. Sejumlah event-event pariwisata yang sebelumnya masih terbatas dan berskala kecil akan ditingkatkan lagi.
"Yang tadinya mungkin event-nya masih terbatas jumlahnya, atau mungkin ekonomi kreatifnya selama ini masih dibatasi, ini kita dorong untuk mereka agar membuat lebih besar lagi," lanjut Devo.
"Kita tidak hanya menarik wisatawan nusantara, tapi juga akan berupaya untuk menarik minat wisatawan mancanegara. Kita akan memaksimalkan peluang ini untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya," sambungnya.
Baca Juga : Luwu Timur Tancap Gas ke Era Kendaraan Listrik, Gandeng Swasta Bangun Charging Station
Pada 2023, Sulsel menargetkan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak tujuh juta dan 25 ribu untuk wisatawan mancanegara. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




