Kamis, 04 Juni 2026 20:51

SINDIKASI Makassar Resmi Berdiri, Satukan Pekerja Media dan Industri Kreatif Hadapi Dunia Kerja yang Kian Rentan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Peserta Konferensi Pembentukan SINDIKASI Makassar memilih Shany Kasysyaf, Ketua Wilayah dan Atri Suryatri Abbas sebagai Sekretaris Wilayah untuk masa bakti 2026–2029, secara aklamasi di Cafe Lorong Pagi Sore, Jalan Salemba, Makassar,  Kamis (4/6/2026). @Jejakfakta/Istimewa
Peserta Konferensi Pembentukan SINDIKASI Makassar memilih Shany Kasysyaf, Ketua Wilayah dan Atri Suryatri Abbas sebagai Sekretaris Wilayah untuk masa bakti 2026–2029, secara aklamasi di Cafe Lorong Pagi Sore, Jalan Salemba, Makassar, Kamis (4/6/2026). @Jejakfakta/Istimewa

SINDIKASI Makassar resmi terbentuk sebagai wadah perjuangan pekerja media dan industri kreatif di Indonesia Timur. Organisasi ini mendorong solidaritas dan perlindungan hak pekerja di tengah dunia kerja yang semakin rentan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Gerakan pekerja media dan industri kreatif di Indonesia Timur memasuki babak baru. Setelah melalui proses pengorganisasian, pendidikan, dan konsolidasi sejak 2023, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi atau SINDIKASI Makassar resmi terbentuk pada Kamis (4/6/2026).

Kehadiran SINDIKASI Makassar menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas pekerja media, pekerja kreatif, pekerja lepas, seniman, hingga pembuat konten yang selama ini menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan secara terpisah-pisah di tengah perubahan dunia kerja yang semakin fleksibel namun penuh ketidakpastian.

Pembentukan organisasi ini diawali dengan diskusi publik bertajuk "Reorganisasi Gerakan Pekerja di Tengah Perubahan Dunia Kerja" yang digelar di Cafe Lorong Pagi Sore, Jalan Salemba, Makassar. Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan jurnalis, advokat, hingga pengurus nasional SINDIKASI.

Baca Juga : Krisis Kesejahteraan Jurnalis, Dari Honor Rp10 Ribu hingga Ancaman PHK

Mereka antara lain Sahrul Ramadan, Sukrianto K., Mia Rosmiati, dan Shany Kasysyaf.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen, mulai dari pekerja media, pekerja kreatif, serikat buruh, komunitas seni, organisasi masyarakat sipil, hingga kelompok gerakan sosial yang memiliki perhatian terhadap isu ketenagakerjaan.

Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Konferensi Pembentukan SINDIKASI Makassar yang berlangsung hingga sore hari. Dalam forum demokratis tersebut, anggota menetapkan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan wilayah pertama.

Hasilnya, anggota memilih Shany Kasysyaf sebagai Ketua Wilayah dan Atri Suryatri Abbas sebagai Sekretaris Wilayah untuk masa bakti 2026–2029.

Peserta Konferensi Pembentukan SINDIKASI Makassar memilih Shany Kasysyaf, Ketua Wilayah dan Atri Suryatri Abbas sebagai Sekretaris Wilayah untuk masa bakti 2026–2029, secara aklamasi di Cafe Lorong Pagi Sore, Jalan Salemba, Makassar,  Kamis (4/6/2026). @Jejakfakta/Istimewa

Shany mengatakan pembentukan SINDIKASI Makassar lahir dari kebutuhan pekerja untuk memiliki organisasi yang independen, demokratis, dan berpihak pada kepentingan pekerja.

"Di tengah kondisi kerja yang semakin rentan, kami percaya bahwa solidaritas dan pengorganisasian adalah jalan untuk memperkuat posisi tawar serta memperjuangkan hak-hak pekerja media dan industri kreatif secara bersama-sama," ujarnya.

Menurut Shany, keberadaan SINDIKASI Makassar diharapkan menjadi rumah perjuangan bagi pekerja media, pekerja kreatif, pekerja lepas, seniman, hingga kreator konten yang selama ini kerap menghadapi persoalan ketenagakerjaan secara individual.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengembangan Organisasi DPN SINDIKASI, Setyo A. Saputro, menilai lahirnya SINDIKASI Makassar merupakan hasil dari proses pengorganisasian yang panjang sekaligus bukti tumbuhnya kesadaran berserikat di kalangan pekerja media dan industri kreatif.

Menurutnya, pembentukan SINDIKASI Makassar bukan sekadar menghadirkan struktur organisasi baru, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan pekerja untuk menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan di tempat kerja.

Ia menambahkan, pengorganisasian pekerja menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang ditandai dengan meningkatnya praktik kerja fleksibel, kontrak jangka pendek, dan minimnya kepastian kerja.

"Kami percaya perubahan kondisi kerja tidak akan datang dari atas. Perubahan lahir ketika pekerja bersatu, terorganisir, dan memiliki kekuatan kolektif untuk memperjuangkan hak-haknya," kata Setyo.

Terbentuknya SINDIKASI Makassar menjadikannya wilayah keempat dalam jaringan SINDIKASI setelah Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Saat ini, proses pengorganisasian serupa juga tengah berlangsung di Bandung dan Bali.

Menutup konferensi, Shany mengajak para pekerja media dan industri kreatif di Makassar maupun Sulawesi Selatan untuk membangun solidaritas dan tidak menghadapi persoalan ketenagakerjaan secara sendiri-sendiri.

"Perubahan tidak lahir dari individu yang berjuang sendirian, tetapi dari pekerja yang bersatu, saling menguatkan, dan bergerak secara kolektif untuk memperjuangkan hak-haknya. Mari, kita saling jaga dan saling rawat satu sama lain," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#SINDIKASI Makassar #serikat pekerja media #pekerja kreatif Makassar #industri kreatif Sulawesi Selatan #pekerja media Indonesia Timur #organisasi pekerja kreatif #Shany Kasysyaf #SINDIKASI Indonesia #hak pekerja media #serikat pekerja kreatif
Youtube Jejakfakta.com