Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerhati pendidikan sekaligus mantan Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan periode 2019–2024, Dr. Adi Suryadi Culla, menyatakan dukungan penuh terhadap program seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.
Menurut Dr. Adi, program ini merupakan langkah nyata dan progresif dalam meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di Kota Makassar. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai wujud nyata dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak atas pendidikan.

"Kebijakan ini sangat positif dan layak diapresiasi oleh semua pihak. Pendidikan adalah hak asasi manusia, dan negara berkewajiban memenuhinya, termasuk dalam bentuk seragam sekolah,” kata Dr. Adi, Sabtu (2/8/2025).
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Munafri Siapkan Karebosi Jadi Panggung Aspirasi 10 Ribu Buruh
Akademisi Universitas Hasanuddin itu juga menyebut bahwa program seragam gratis merupakan implementasi amanat konstitusi untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan secara inklusif tanpa diskriminasi.
Menanggapi polemik terkait pengadaan dan distribusi, ia mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perdebatan teknis yang dapat mengaburkan tujuan utama program tersebut.
“Yang penting adalah bagaimana masyarakat bisa menikmati hasilnya. Niat dan implementasinya sudah berada pada jalur yang benar,” ujarnya.
Baca Juga : Lampu Hijau Stadion Untia Kian Nyata, Penimbunan Ditarget Mulai Tahun Ini
Dr. Adi juga mengapresiasi pelibatan pelaku UMKM lokal dalam proses pengadaan seragam, yang menurutnya memberi dampak langsung terhadap pemberdayaan ekonomi warga.
“Pelibatan UMKM sangat strategis, asal dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Ia menilai bahwa program ini bersifat bertahap dengan sasaran jelas, yaitu seluruh siswa SD dan SMP negeri di Kota Makassar, dan perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah
Menutup pernyataannya, Dr. Adi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pendidikan, LSM, dan media, untuk bersama-sama mendukung dan mengawal kebijakan ini demi pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




