Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, terus mempererat kerja sama teknis dalam mengatasi kebocoran air melalui program Non-Revenue Water (NRW), yang merupakan bagian dari proyek kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pertemuan resmi antara kedua pihak berlangsung di Balai Kota Makassar pada awal Agustus 2025. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi oleh Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran terkait, menerima delegasi Kota Kawasaki yang dipimpin Shiratori Shigeyuki, Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage.

Kerja sama ini telah berlangsung sejak tahun 2022 dalam proyek bertajuk MAKAPLOS (Makassar–Kawasaki Project Losses). Proyek ini berfokus pada peningkatan kapasitas teknis Perumda Air Minum Kota Makassar (PDAM) untuk mendeteksi dan mengurangi kebocoran air, terutama kebocoran bawah tanah yang sering menjadi penyebab utama kehilangan air.
Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar
"Proyek ini berjalan dengan baik berkat dukungan Pemerintah Kota Makassar. Kami telah mengirimkan enam jenis peralatan ke PDAM dan melatih staf mereka secara langsung, bahkan di Kawasaki," jelas Shiratori Shigeyuki.
Pelatihan mencakup penggunaan alat deteksi kebocoran, perbaikan teknis, dan sistem perencanaan pengendalian kebocoran yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Proyek NRW ini juga mulai memberikan dampak bagi wilayah sekitar. Melalui program pelatihan bernama MaKaPro, peserta dari Perumda Air Minum di wilayah Makassar, Maros, Takalar, dan Gowa (Maminasata) turut dilibatkan. Bahkan, dokumentasi pelatihan dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang dapat digunakan sebagai referensi jangka panjang.
Baca Juga : Perbaikan Pipa Bocor, 18 Wilayah di Makassar Alami Gangguan Air Hari Ini
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Pemerintah Kota Kawasaki. Ia menekankan pentingnya kesinambungan proyek, terlebih dengan berakhirnya fase kerja sama pada Oktober 2025.
"Kami mendukung penuh proyek ini. Kehilangan air adalah persoalan besar. Program berbasis teknologi dan penguatan SDM seperti ini sangat dibutuhkan. Tapi kami berharap, kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini," ujar Munafri.
Ia juga menyampaikan ketertarikan untuk memperluas kolaborasi ke sektor lain seperti lingkungan, transportasi, hingga smart city.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Warning Perumda, Ramadan Bukan Alasan Turunkan Layanan
"Saya pastikan jajaran kami siap untuk memperkuat komunikasi agar kerja sama ini terus berlanjut," tutupnya.
Proyek NRW merupakan program pengurangan kehilangan air (Non-Revenue Water), yakni air yang hilang sebelum sampai ke pelanggan. Kerja sama ini bukan hanya menekankan pada aspek teknis, tetapi juga menjadi model hubungan internasional yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




