Jejakfakta.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar berhasil mencatat efisiensi keuangan sebesar Rp2,5 miliar berkat kerja sama teknis dengan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, melalui proyek Makassar-Kawasaki Project (MaKaPro) yang berlangsung sejak November 2022.
Proyek yang difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) ini resmi ditutup melalui kegiatan Wrap-Up Seminar yang digelar di Hotel Aston Makassar & Convention Center, Kamis (7/8/2025). Seminar ini menandai berakhirnya program JICA Partnership Program (Local Government Type) yang fokus pada peningkatan pengendalian kebocoran air bawah tanah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Makassar Dr. Hamzah Ahmad, Chief Management Officer Kawasaki Waterworks Shiratori Shigeyuki, Konsuler Jepang di Makassar Ohashi Koichi, serta Perwakilan JICA Indonesia Sato Akira.
Baca Juga : Perbaikan Pipa Bocor, 18 Wilayah di Makassar Alami Gangguan Air Hari Ini
Hasil Nyata: Penurunan NRW dan Efisiensi Pendapatan
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Dr. Hamzah Ahmad, mengungkapkan bahwa sejak pelatihan dan penggunaan alat deteksi kebocoran dimulai, Non-Revenue Water (NRW) berhasil turun dari 52% menjadi 45% hanya dalam tiga bulan terakhir.
Penurunan ini berdampak langsung pada perbaikan layanan terhadap sekitar 5.000 sambungan rumah, serta peningkatan pendapatan perusahaan hingga Rp2,5 miliar per bulan.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Warning Perumda, Ramadan Bukan Alasan Turunkan Layanan
"Transformasi nyata terlihat dari pelatihan teknis hingga pemanfaatan teknologi deteksi kebocoran," ujar Hamzah.
Teknologi Canggih dari Jepang
Sebagai bagian dari proyek, PDAM Makassar menerima berbagai perangkat deteksi kebocoran dari Kawasaki, antara lain:
- OnChoBo Tipe Elektrik (6 set)
- Auto Water Leakage Judgement Tool (6 set)
- Leakage Detector Tipe Noise Cut (2 set)
- High Sensitivity OnChoBo (6 set)
- Metal Detector (2 set)
- Portable Ultrasonic Flow Rate Meter (1 set)
Baca Juga : PDAM Makassar Gandeng Ketua RW dan Forum Pelanggan Perkuat Pelayanan Air Minum
Chief Management Officer dari Kawasaki Waterworks, Shiratori Shigeyuki, menyebutkan bahwa program ini berhasil menurunkan kehilangan air hingga 21% di dua area percontohan.
Kepala Konsuler Jepang, Ohashi Koichi, menilai keberhasilan MaKaPro sebagai bukti nyata kolaborasi kota antar negara yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Sato Akira dari JICA menyatakan bahwa ini adalah contoh sukses transfer teknologi Jepang untuk menjawab tantangan air bersih di negara berkembang.
Baca Juga : Pemkot Makassar–Kemendagri Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah dan Kemandirian Fiskal
PDAM Makassar akan melanjutkan pelatihan secara internal dan memperluas penerapan teknologi ini ke wilayah lain seperti Maros dan Takalar. Peserta pelatihan juga akan dijadikan mentor internal untuk mempercepat replikasi teknologi dan pengetahuan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik keberhasilan ini dan mendorong pengembangan lebih lanjut ke sektor lain dalam pelayanan publik.
“Kerja sama ini bukan hanya soal air, tapi tentang membangun tata kelola yang efisien dan berkelanjutan. Makassar harus jadi contoh kota dengan pengelolaan air bersih terbaik,” tegas Munafri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




