Jumat, 08 Agustus 2025 11:12

Munafri Dorong Kampung Zero Waste, RT/RW Wajib Punya Urban Farming dan Bank Sampah

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, pada Jumat (8/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, pada Jumat (8/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Makassar yang hampir kolaps. Luas TPA 19,1 hektare, tinggi gunungan sampah sudah 16–17 meter. Munafri ajak perubahan dimulai dari rumah tangga, sekolah, dan kantor pemerintah.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pelibatan aktif RT/RW dalam pengelolaan sampah dan ketahanan pangan rumah tangga.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah, yang berlangsung di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, pada Jumat (8/8/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menjelaskan bahwa urban farming, budidaya maggot, dan bank sampah merupakan satu kesatuan dalam sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis rumah tangga.

Baca Juga : Dari Pekarangan ke Pasar MBG, Urban Farming Makassar Mulai Gerakkan Ekonomi Warga

“Urban farming, maggot, dan bank sampah ini adalah output dari sistem pengelolaan sampah yang sudah kita dorong. Kita ingin agar sampah tidak menjadi musuh, tapi justru menjadi sumber penghasilan,” ujar Munafri.

Ia menekankan bahwa semua RT di Makassar wajib memiliki urban farming, biopori, komposter, eco-enzyme, pengolahan maggot, sebagai bagian dari gerakan kampung zero waste.

Ancaman TPA dan Pentingnya Perubahan dari Hulu

Baca Juga : Pemkot Makassar Dekatkan Layanan Adminduk ke Kelurahan, Warga Biringkanaya Kini Tak Perlu Antre Jauh

Munafri turut menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Makassar yang hampir kolaps.

“TPA kita luasnya 19,1 hektare, tapi tinggi gunungan sampah sudah 16–17 meter. Jika tidak ada perubahan dari rumah tangga, satu-dua tahun ke depan bisa kolaps,” tegasnya.

Karena itu, ia menginstruksikan agar perubahan dimulai dari rumah tangga, sekolah, dan kantor pemerintah, serta meminta Dinas Pendidikan mengedukasi siswa untuk memilah sampah sejak dini.

Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut

“Ini bukan cuma soal bersih-bersih, tapi budaya hidup sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Camat Panakkukang, M. Ari Fadli, mengatakan bahwa program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara para lurah dan Sekretaris Camat (Sekcam), sebagai bentuk dukungan terhadap visi Wali Kota.

“Kami ingin Panakkukang menjadi wilayah pertama di Makassar yang benar-benar mengintegrasikan urban farming, maggot, dan bank sampah,” kata Ari Fadli.

Baca Juga : Makassar Bidik Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD untuk Bus Kota Terintegrasi

Ia melaporkan bahwa seluruh 11 kelurahan di Kecamatan Panakkukang telah mulai bergerak, bahkan beberapa telah menunjukkan hasil nyata dalam budidaya maggot, pengelolaan bank sampah, dan pertanian pekarangan.

Kolaborasi lintas sektor juga terlihat dari kehadiran para tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta seluruh kepala puskesmas se-kecamatan dalam kegiatan ini.

“Gerakan ini bukan hanya tentang kelola sampah atau tanam sayur, tapi membentuk budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri dari tingkat keluarga hingga komunitas,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Kampung Zero Waste #Urban Farming #bank sampah #maggot #TPA Makassar #gerakan lingkungan #Panakkukang #pengelolaan sampah
Youtube Jejakfakta.com