Selasa, 19 Mei 2026 18:03

Bawaslu Sulsel dan Gowa Gandeng Mahasiswa UIN Alauddin, Dorong Generasi Kritis Kawal Demokrasi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bawaslu Kabupaten Gowa bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan saat kuliah tamu kepemiluan yang melibatkan mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, bertema “Penanganan Pelanggaran Pemilu” di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Gowa, Senin (18/05/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Bawaslu Kabupaten Gowa bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan saat kuliah tamu kepemiluan yang melibatkan mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, bertema “Penanganan Pelanggaran Pemilu” di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Gowa, Senin (18/05/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Bawaslu Gowa bersama Bawaslu Sulsel menggelar kuliah tamu kepemiluan untuk mahasiswa UIN Alauddin Makassar guna memperkuat kesadaran politik, pengawasan partisipatif, dan pemilu yang jujur serta adil.

Jejakfakta.com, GOWA — Upaya memperkuat kesadaran politik generasi muda terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gowa bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan melalui kegiatan kuliah tamu kepemiluan yang melibatkan mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar.

Kegiatan bertema “Penanganan Pelanggaran Pemilu” tersebut digelar di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Gowa, Senin (18/05/2026), sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif dan edukasi demokrasi bagi kalangan mahasiswa.

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Samsuar Saleh, menegaskan bahwa edukasi kepemiluan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sipil terhadap proses demokrasi.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Cetak Pengawas Partisipatif, Siapkan Fondasi Pemilu 2029 Bermartabat

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun literasi politik di tengah masyarakat, termasuk melalui kajian akademik dan penelitian terkait kepemiluan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi pemicu bagi masyarakat untuk memiliki pengetahuan politik serta lebih peduli terhadap pemilu. Mahasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat, salah satunya melalui penulisan skripsi bertema kepemiluan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel, Adnan Jamal, yang menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam memahami hukum politik dan proses pemilu.

Baca Juga : Hari Kebebasan Pers 2026: AJI Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Ruang Aman Jurnalis Kian Menyempit

Ia menyebut model kuliah tamu seperti ini merupakan bagian dari implementasi visi Bawaslu dalam memperkuat kemitraan pengawasan bersama masyarakat sipil demi menciptakan pengawasan partisipatif.

“Kegiatan model kuliah tamu ini menjadi penting, baik bagi kepentingan langsung Bawaslu maupun masyarakat sipil. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum teruji kebenarannya,” katanya.

Dalam pemaparannya mengenai penanganan pelanggaran pemilu, Adnan juga menegaskan bahwa pemilu yang jujur dan adil hanya dapat terwujud melalui partisipasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaulat.

Baca Juga : Ngabuburit Pengawasan Bawaslu, Mardiana Rusli Tekankan Eksistensi dan Integritas Kelembagaan di Masa Non Tahapan

Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar yang aktif berdiskusi dan mendalami isu-isu pengawasan pemilu serta penanganan pelanggaran kepemiluan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#bawaslu gowa #Bawaslu Sulsel #UIN Alauddin Makassar #kuliah tamu kepemiluan #pengawasan partisipatif #penanganan pelanggaran pemilu #pendidikan politik mahasiswa #Demokrasi #pemilu jujur dan adil #mahasiswa ilmu politik
Youtube Jejakfakta.com