Selasa, 26 Agustus 2025 16:31

Pemkot Makassar Masifkan Program TPS 3R, Eco Enzyme, dan Biopori untuk Atasi Sampah Organik

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Ilustrasi. Pemilahan sampah makanan di Kota Makassar. @Jejakfakta/dok. MIWF
Ilustrasi. Pemilahan sampah makanan di Kota Makassar. @Jejakfakta/dok. MIWF

Distribusi armada dan sarana pengolahan akan menyasar 153 kelurahan dan sejumlah TPS 3R, serta bisa dialokasikan ke kecamatan sesuai kebutuhan lapangan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat upaya pengelolaan sampah secara menyeluruh, dengan meluncurkan sejumlah program strategis berbasis teknologi ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.

Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan bahwa dalam APBD Perubahan Tahun 2025, Pemkot mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk pengadaan armada dan instrumen pengangkutan sampah.

“Lewat skema APBD Perubahan, kami akan mengadakan 50 unit motor sampah dan 8 unit mobil kontainer tertutup. Ini bagian dari upaya peremajaan armada yang sudah tidak layak,” ujar Helmy di Balai Kota Makassar, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah

Langkah tersebut sejalan dengan pendekatan pengelolaan sampah berbasis kawasan melalui TPS 3R (Reduce-Reuse-Recycle), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. DLH juga akan memodifikasi motor pengangkut agar sesuai dengan kebutuhan TPS 3R.

Sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah organik di sumbernya, Pemkot Makassar akan menggulirkan program 10 ribu eco enzyme, 100 ribu lubang biopori, dan 20 ribu budidaya maggot.

Helmy menambahkan, pendekatan pengelolaan sampah kini dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sesuai mandat pemerintah pusat.

Baca Juga : Transformasi TPA Antang Dikebut, DLH Makassar Pacu Sistem Sanitary Landfill dan Energi Sampah

“Di bagian hulu, kami telah menerbitkan Perwali Nomor 13 Tahun 2025 tentang retribusi persampahan, serta akan mengeluarkan surat edaran terkait kewajiban pemilahan sampah rumah tangga,” jelasnya.

Tak hanya fokus di daratan, Pemkot juga merancang program pengolahan residu sampah di wilayah kepulauan. DLH saat ini tengah mengkaji penggunaan insinerator berstandar lingkungan untuk menangani sampah yang tidak dapat diolah secara konvensional.

Program strategis lainnya termasuk penyediaan 10 ribu komposter rumah tangga, pembangunan sentra maggot di beberapa kecamatan, serta reaktivasi bank sampah berbasis RT/RW yang akan terintegrasi dengan gerakan Tanami Tanata dan urban farming.

Baca Juga : Urban Farming Jadi Senjata Baru Makassar Tekan Sampah, Wali Kota Instruksikan Gerakan Hingga Lorong

“Semua langkah ini merupakan bagian dari strategi besar menuju Makassar Bebas Sampah 2029. Kami ingin memastikan masyarakat merasakan perubahan nyata,” kata Helmy.

Distribusi armada dan sarana pengolahan akan menyasar 153 kelurahan dan sejumlah TPS 3R, serta bisa dialokasikan ke kecamatan sesuai kebutuhan lapangan. Program ini akan berjalan secara masif mulai 2025 dan berlanjut hingga 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Bebas Sampah #TPS 3R #pengelolaan sampah #Eco Enzyme #biopori #maggot #DLH makassar #Helmy Budiman #Urban Farming #komposter rumah tangga #program lingkungan
Youtube Jejakfakta.com