Jejakfakta.com, MAKASSAR – Upaya menekan angka stunting di Kota Makassar mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui program Aksi Stop Stunting (ASS), Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, yang menjadi lokus percontohan, berhasil mencatat peningkatan berat badan pada 27 dari 30 anak sasaran selama 40 hari pelaksanaan program.
Koordinator Tenaga Pendamping Gizi Daerah (TPGD) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Carmelia Rahman, mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan indikator positif, meski masih ada anak yang mengalami penurunan berat badan.

"Kami berharap pekan depan hasilnya akan lebih baik. Tim kami turun langsung ke lapangan selama tiga hari berturut-turut, menyasar rumah tangga yang memiliki balita dengan berat badan di bawah standar. Pendampingan dilakukan bersama TP PKK Kelurahan dan kader gizi," jelas Carmelia.
Baca Juga : Kementerian ATR/BPN dan KPK Gencarkan Transformasi Layanan Pertanahan di Sulsel
Lurah Banta-bantaeng, Adi Mulyadi Jacub, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokus penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan Provinsi.
"Alhamdulillah, dari 30 anak yang kami survei, kini sudah ada 27 anak yang berat badannya naik. Ini berkat kerja sama semua pihak," ungkapnya saat ditemui di Kantor Lurah, Jumat (5/9/2025).
Program ASS tak hanya fokus pada edukasi dan pemantauan, tetapi juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi seperti telur, nugget ayam sayur, dan nasi tim. Menu yang diberikan selalu bervariasi dan diperiksa kadar gizinya oleh kader gizi di kelurahan.
Baca Juga : Dinas PPKB Luwu Timur Perkuat PIK-Remaja, Bangun Kolaborasi Cegah Stunting hingga Pernikahan Dini
Untuk mendorong partisipasi orang tua, program ini juga memberikan subsidi insentif sebesar Rp300 ribu per anak pada tahap awal. Bila hasilnya terus membaik, jumlah insentif dapat ditingkatkan hingga Rp700 ribu.
"Ini bentuk apresiasi agar orang tua semakin termotivasi memperhatikan asupan gizi anaknya. Pencegahan stunting adalah prioritas utama Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar," tambah Adi Jacub.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari TP PKK Kota Makassar, melalui pengelolaan rumah gizi di tiap kelurahan oleh kader Pokja IV Bidang Kesehatan. Rumah gizi diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam intervensi gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




