Selasa, 09 September 2025 18:58

Poltekes Kemenkes Lakukan Pengabdian Masyarakat di Banta-Bantaeng, Inovasi Briket Anti Nyamuk dan Edukasi Bahaya Boraks

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (9/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (9/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Tim Poltekes memberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang boraks terhadap kesehatan tubuh serta cara mendeteksinya dalam makanan olahan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan ini mengusung tema: “Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pembuatan Briket Repellent Nyamuk sebagai Alternatif Pengendalian Vektor dan Edukasi Keamanan Pangan dengan Analisis Kandungan Boraks pada Makanan Ekstra Ubi Jalar.”

Ketua tim pengabdian, Ashari Rasyid, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pengendalian nyamuk serta peningkatan kesadaran akan keamanan pangan.

Baca Juga : Makassar Tembus Panggung Dunia, Program RISE Antar Kota Daeng Masuk 5 Besar Proyek Kesehatan Lingkungan Global

“Briket ini dibuat dari limbah sekitar kita dan mampu melumpuhkan nyamuk tanpa bahan kimia berbahaya. Ini adalah bentuk inovasi ramah lingkungan,” jelas Ashari.

Selain inovasi briket, warga juga diberikan penyuluhan mengenai bahaya penggunaan boraks dalam makanan. Tim Poltekes memberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang boraks terhadap kesehatan tubuh serta cara mendeteksinya dalam makanan olahan.

“Boraks masih ditemukan dalam makanan sehari-hari, padahal sangat berbahaya. Kami ingin masyarakat lebih sadar dan waspada,” tambah Ashari.

Baca Juga : Tenaga Sanitarian Luwu Timur Perkuat Peran dalam Adaptasi Perubahan Iklim dan Sanitasi Berbasis Masyarakat

Ashari menekankan bahwa seluruh program pengabdian yang dilakukan telah melalui proses penelitian dan uji ilmiah di Poltekes. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari layanan rutin yang sudah berjalan sejak awal 2000-an.

“Semua program kami berbasis penelitian kampus. Kami tidak hanya dari jurusan kesehatan lingkungan, tapi juga gizi, keperawatan, fisioterapi, hingga analis kesehatan. Pelayanannya gratis, termasuk pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Lurah Banta-Bantaeng, Adi Muliady Jacub, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata yang telah diberikan Poltekes selama ini melalui kerja sama yang telah terjalin sejak 2022.

Baca Juga : Warga Mula Baru dan Tamalalang Tolak Pembangunan Insinerator PT SUS, WALHI Desak Pemerintah Hentikan Proyek

“Kami sangat berterima kasih atas ketulusan Poltekes yang terus hadir di tengah masyarakat. Hasil kerja sama ini nyata, salah satunya lorong binaan kami berhasil menjadi juara berkat program kompos dan eco enzyme,” ungkap Adi.

Program ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sudah memberikan dampak nyata dalam mendukung kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlangsung dan berkembang ke wilayah lainnya di Makassar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Poltekes Kemenkes #Pengabdian Masyarakat #Briket Anti Nyamuk #Bahaya Boraks #kesehatan lingkungan #edukasi kesehatan #Inovasi Ramah Lingkungan #Poltekes Makassar
Youtube Jejakfakta.com