Jejakfakta.com, MAKASSAR — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar turut ambil bagian dalam ajang budaya Wastra Arajang 2025 yang digelar di Mall Ratu Indah, Makassar, pada 11–14 September 2025. Dalam acara ini, Dekranasda memamerkan kekayaan kain tradisional khas Sulawesi Selatan, yakni Tenun Bombang dan Tenun Lontara.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX dengan mengusung tema "Perayaan yang Memadukan Keindahan dan Keragaman Leluhur Lewat Wastra". Acara ini menjadi wadah bagi pelaku budaya dari berbagai daerah di Indonesia Timur untuk mempromosikan wastra sebagai warisan budaya.

Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk komitmen dalam pelestarian tenun tradisional sebagai identitas budaya.
Baca Juga : Booth Dekranasda dan Dinas Perdagangan Kota Makassar Curi Perhatian di INACRAFT 2026
“Bagi kami, acara ini merupakan jembatan antara tradisi dan modernitas, sebagai wadah pelestarian produk wastra, tenun tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya kita,” ujarnya.
Melinda juga menekankan bahwa selembar kain tenun menyimpan proses panjang, nilai kesabaran, dan filosofi mendalam dalam pembuatannya. Ia berharap keterlibatan Dekranasda Makassar dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai warisan budaya.
Selain pameran, Dekranasda Makassar juga berpartisipasi dalam fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Dalam kesempatan itu, dua jenis kain tradisional, yakni Tenun Bombang dan Tenun Lontara, ditampilkan oleh dua model.
Baca Juga : Melinda Aksa Hadiri INACRAFT 2026, Tegaskan Dukungan bagi UMKM Perempuan
Wakil Ketua Harian Dekranasda Makassar, Dewi Andriani, menjelaskan bahwa kedua wastra tersebut dipilih karena merepresentasikan nilai dan karakter masyarakat Bugis-Makassar.
“Motifnya sarat makna dan mencerminkan kekuatan serta filosofi hidup orang Bugis-Makassar. Kami bangga bisa menampilkannya di panggung sebesar ini,” kata Dewi.
Di area pameran, booth Dekranasda Makassar menampilkan beragam produk kerajinan unggulan, mulai dari baju bodo’, sarung tenun, kriya serat alam eceng gondok, kriya kulit, hingga produk tas dan souvenir berbahan lontara.
Baca Juga : Dekranasda Makassar Cetak 30 Pembatik Lontara Lewat Pelatihan Wastra Daerah
Antusiasme pengunjung terhadap booth ini cukup tinggi. Banyak pengunjung yang tidak hanya sekadar melihat-lihat, tapi juga membeli berbagai koleksi wastra dan kerajinan lokal.
Dengan keikutsertaan dalam Wastra Arajang 2025, Dekranasda Makassar memperkuat posisinya dalam mendukung pemberdayaan perajin lokal serta pelestarian dan promosi kain tradisional sebagai bagian dari gaya hidup modern tanpa meninggalkan akar budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




