Jumat, 19 September 2025 10:45

Pemkot Makassar dan FKIJK Sulselbar Salurkan Bantuan ke Keluarga Korban Kerusuhan DPRD

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Pemkot Makassar bersama FKIJK Sulselbar menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kerusuhan di Kantor DPRD Makassar pada Jumat, 29 Agustus lalu. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Pemkot Makassar bersama FKIJK Sulselbar menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kerusuhan di Kantor DPRD Makassar pada Jumat, 29 Agustus lalu. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Sebagai bentuk belasungkawa dan tanggung jawab sosial, FKIJK Sulselbar bersama Pemkot menyerahkan bantuan berupa santunan tunai kepada keluarga almarhum.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kerusuhan saat demonstrasi di Kantor DPRD Makassar pada Jumat, 29 Agustus lalu.

Penyerahan bantuan dilakukan di Ruang Sipakale’bi, Balai Kota Makassar, oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, didampingi Tenaga Ahli Pemkot, Hudli Huduri, bersama Ketua FKIJK Sulselbar, Muhammad Muchlasin, beserta jajaran.

Insiden kerusuhan yang terjadi di halaman DPRD Makassar menyebabkan empat orang meninggal dunia. Seluruh korban merupakan ASN dan tenaga kerja di lingkup Pemkot Makassar.

Baca Juga : 118 Pedagang Bongkar Lapak Tanpa Penertiban, Pendekatan Humanis Pemkot Makassar Berbuah Hasil

Sebagai bentuk belasungkawa dan tanggung jawab sosial, FKIJK Sulselbar bersama Pemkot menyerahkan bantuan berupa santunan tunai kepada keluarga almarhum.

Sekda Andi Zulkifly menyampaikan duka mendalam dan apresiasi kepada FKIJK atas kepeduliannya.

“Tragedi ini adalah duka besar, tidak hanya bagi keluarga almarhum, tetapi juga bagi Pemkot Makassar. Kami berterima kasih kepada FKIJK Sulselbar atas perhatian dan santunan yang diberikan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan SOP Terpadu Penanganan ODGJ, Libatkan Seluruh OPD

Zulkifly juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat pembangunan ekonomi.

“Tahun lalu Makassar tumbuh 5,2–5,3 persen, bahkan triwulan kedua tahun ini mencapai 5,6 persen. Namun semua itu tidak akan berarti jika situasi kota tidak aman dan kondusif,” tambahnya.

Pemkot, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah menteri telah diturunkan langsung oleh Presiden RI untuk meninjau kerusakan dan menyiapkan dukungan pembangunan kembali fasilitas DPRD.

Baca Juga : Pemkot–Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu

Ketua FKIJK Sulselbar, Muhammad Muchlasin, menegaskan bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk melayani nasabah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka.

“Jika rumah hancur, bisa dibangun kembali. Tapi kehilangan nyawa adalah luka yang tidak tergantikan. Kami hadir untuk mendampingi masyarakat, termasuk di saat duka,” katanya.

FKIJK Sulselbar juga terus mendorong anggotanya agar lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat stabilitas dan solidaritas di masyarakat.

Baca Juga : Makassar di Era Munafri–Aliyah: Kinerja Diakui Nasional, Kepuasan Publik 80 Persen

“Kami tumbuh di Kota Makassar, maka sudah sepatutnya kami juga peduli terhadap masyarakat di saat musibah,” ujar Muchlasin.

Baik Pemkot Makassar maupun FKIJK Sulselbar berharap sinergi antar-pemangku kepentingan — termasuk masyarakat, aparat keamanan, dan sektor jasa keuangan — dapat memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan Makassar yang aman dan sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkot Makassar #FKIJK Sulselbar #Bantuan Sosial #dprd makassar #Santunan Korban #tragedi Makassar #bantuan kemanusiaan #Pertumbuhan Ekonomi
Youtube Jejakfakta.com