Jejakfakta.com, MAKASSAR — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar tidak berhenti pada seremoni. Pemerintah Kota Makassar justru memanfaatkannya sebagai titik tolak memperkuat komunikasi dan merumuskan solusi konkret bagi persoalan ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ramah tamah bertema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Senin (4/5/2026), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menegaskan arah baru hubungan industrial: dialog rutin, bukan reaksi sesaat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Makassar menyerahkan penghargaan kepada 10 konfederasi serikat pekerja, lima karyawan difabel, lima penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan, serta Pengadilan Negeri Makassar dan Apindo. Apresiasi ini menjadi simbol komitmen bersama membangun hubungan industrial yang harmonis dan inklusif.
Baca Juga : Pemkot–Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu
Munafri, yang akrab disapa Appi, menilai rangkaian peringatan May Day tahun ini menunjukkan komunikasi lintas sektor berjalan positif. Ia menyoroti suksesnya May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi sebagai ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemerintah.
“Kita melihat komunikasi antara pekerja, serikat, pengusaha, dan pemerintah terbangun dengan sangat baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif,” ujarnya.
Lebih jauh, Appi menegaskan pentingnya menjaga ritme komunikasi tersebut secara berkelanjutan. Ia menggagas forum dialog rutin bulanan yang mempertemukan pemerintah, asosiasi pengusaha, serta serikat pekerja secara bergilir.
Baca Juga : Makassar di Era Munafri–Aliyah: Kinerja Diakui Nasional, Kepuasan Publik 80 Persen
“Kita tidak mencari siapa yang benar atau salah, tetapi bagaimana setiap persoalan bisa diselesaikan bersama tanpa merugikan pihak manapun,” tegasnya.
Menurutnya, forum ini akan menjadi ruang identifikasi dini berbagai persoalan ketenagakerjaan, sehingga tidak menumpuk dan meledak saat peringatan Hari Buruh. Dengan pola bergilir—pemerintah, pengusaha, lalu serikat pekerja—setiap pihak diberi ruang setara dalam menyuarakan aspirasi.
Appi juga mengajak seluruh elemen mulai mempersiapkan peringatan May Day tahun depan sejak awal melalui pendekatan dialog dan antisipasi.
Baca Juga : Munafri Blusukan ke Muslim Life Fair, Serap Semangat UMKM Lokal
“Harapan kita, saat memasuki 1 Mei tahun depan, tidak ada lagi persoalan yang tersisa. Yang ada hanyalah perayaan yang meriah dan membahagiakan bagi seluruh pekerja,” tambahnya.
Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa May Day bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
“Penyerahan penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa, khususnya bagi karyawan disabilitas dan mitra strategis. Ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga : Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali ke Sekolah
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Makassar, jajaran perangkat daerah, pimpinan perusahaan, asosiasi dunia usaha, serta perwakilan serikat pekerja/buruh se-Kota Makassar. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




