Kamis, 25 Juni 2026 16:27

Bupati Gowa Pastikan Anak Yatim Tak Putus Sekolah, Program Gowa Bersama Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan tidak boleh ada anak yatim yang putus sekolah karena kemiskinan saat menghadiri Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Desa Bontomanai, Bajeng Barat.

Jejakfakta.com, GOWA – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menekan angka kemiskinan dan melindungi kelompok rentan kembali ditegaskan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Husniah menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kabupaten Gowa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Komitmen itu menjadi bagian dari Program Gowa Bersama yang dijalankan pemerintah daerah dan sejalan dengan program pengentasan kemiskinan pemerintah pusat.

“Program pemerintah daerah ternyata selaras dengan program pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Program Gowa Bersama terus melakukan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujar Husniah.

Baca Juga : Turun Langsung ke Parigi, Bupati Gowa Serap Aspirasi dan Tinjau Infrastruktur Desa

Menurutnya, salah satu langkah nyata yang tengah dijalankan adalah program One Day One District, di mana jajaran pemerintah turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan dan intervensi pemerintah.

Melalui program tersebut, Pemkab Gowa menelusuri berbagai persoalan sosial, mulai dari keluarga miskin hingga anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya pendidikan.

“Kita turun mencari masyarakat yang tidak mampu, termasuk anak-anak yang tidak sekolah karena terkendala biaya. Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan agar keluarga-keluarga yang kurang mampu bisa menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,” jelasnya.

Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Persatuan Demi Sukseskan Pembangunan

Bahkan, sejumlah anak yatim di Kabupaten Gowa telah difasilitasi untuk mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat sebagai upaya memastikan mereka tetap memperoleh hak belajar yang layak.

Tidak hanya fokus pada pendidikan, Pemkab Gowa juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui penyaluran berbagai alat bantu seperti kursi roda dan tongkat untuk mendukung aktivitas dan kemandirian mereka.

“Kalian tidak sendiri. Yang membuat seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesan Husniah kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir.

Baca Juga : Bupati Gowa Tegaskan Retail Modern Wajib Libatkan UMKM Lokal dan Patuhi Izin

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menjelaskan bahwa kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS.

Khusus di Kabupaten Gowa, kegiatan dipusatkan di Desa Bontomanai yang juga diusulkan menjadi Kampung Zakat pertama di daerah tersebut.

“Ini serentak dilaksanakan secara nasional. Khusus Kabupaten Gowa dilaksanakan di Desa Bontomanai karena diusulkan sebagai Kampung Zakat pertama di Kabupaten Gowa sebagai bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan pemerintah daerah,” kata Jamaris.

Baca Juga : Komitmen Data Akurat, Pemkab Gowa Siap Petakan Ekonomi Digital Lewat Sensus Ekonomi 2026

Ia menambahkan, program Kampung Zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar penerima zakat dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

“Kita berharap masyarakat yang saat ini masih berstatus mustahik ke depan dapat menjadi muzakki. Anak-anak yatim juga harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak boleh putus sekolah,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Camat Bajeng Barat, Syamsul Rijal, mengapresiasi dipilihnya Desa Bontomanai sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Sitti Husniah Talenrang #Gowa Bersama #Lebaran Yatim #penyandang disabilitas #kemiskinan Gowa #One Day One District #anak yatim #Sekolah Rakyat #Kampung Zakat Bontomanai #Baznas Gowa #Kemenag Gowa #Bajeng Barat #Program Pengentasan Kemiskinan #Bantuan Disabilitas Gowa
Youtube Jejakfakta.com