Selasa, 30 September 2025 19:12

LOKADANA Diluncurkan, Arisan Masyarakat Sipil untuk Kedaulatan Gerakan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Jejaring Lokadaya resmi meluncurkan LOKADANA, sebuah platform hibah partisipatif berbasis komunitas yang mengusung prinsip kesederhanaan, fleksibilitas, dan kedaulatan gerakan, Selasa (30/9/2025). @Jejakfakta/Istimewa
Jejaring Lokadaya resmi meluncurkan LOKADANA, sebuah platform hibah partisipatif berbasis komunitas yang mengusung prinsip kesederhanaan, fleksibilitas, dan kedaulatan gerakan, Selasa (30/9/2025). @Jejakfakta/Istimewa

LOKADANA bisa menjadi jalan baru bagi organisasi masyarakat sipil di Papua yang saat ini tengah berjuang melawan program Food Estate.

Jejakfakta.com, JAKARTA — Jejaring Lokadaya resmi meluncurkan LOKADANA, sebuah platform hibah partisipatif berbasis komunitas yang mengusung prinsip kesederhanaan, fleksibilitas, dan kedaulatan gerakan. Peluncuran ini juga menjadi penanda dimulainya Panggilan Hibah Mikro Siklus-1, sebagai upaya memperkuat organisasi masyarakat sipil (OMS) di tengah menyempitnya ruang demokrasi.

Acara peluncuran yang berlangsung secara daring, Selasa (30/9/2025) ini dirangkaikan dengan diskusi publik bertajuk “Hibah Itu Mestinya Menguatkan dan Memberdayakan”, menghadirkan pembicara dari berbagai wilayah dan latar belakang, antara lain: Tino Yosephyn (Lokadaya), Adam Kurniawan (Balang Institute), dan Nurul Saadah (YAPDA Yogyakarta). Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 240 perwakilan organisasi dari 38 provinsi.

Krisis Demokrasi dan Tantangan Pendanaan OMS

Baca Juga : Ngabuburit Pengawasan Bawaslu, Mardiana Rusli Tekankan Eksistensi dan Integritas Kelembagaan di Masa Non Tahapan

Dalam diskusi tersebut, Adam Kurniawan menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang menunjukkan kemunduran signifikan dalam satu dekade terakhir. Ia merujuk pada data BTI 2024 dan Freedom House, yang menilai Indonesia sebagai negara “Partly Free” dengan skor hanya 56/100, serta laporan V-DEM Democracy Report 2025 yang menempatkan Indonesia dalam gelombang otokratisasi global.

“Kita bahkan menyaksikan langsung bagaimana setelah aksi massa 17+8, lebih dari 6.700 orang ditahan. Ini gambaran jelas bahwa ruang demokrasi makin mengecil,” tegas Adam.

Selain tantangan demokrasi, pendanaan organisasi masyarakat sipil juga mengalami krisis. Menurut Nurul Saadah, dukungan donor internasional semakin mengarah ke lembaga besar atau kontraktor asing, mengesampingkan kelompok lokal berbasis komunitas yang justru kritis dan dekat dengan akar persoalan.

Baca Juga : Aktivis Protes Rencana Satgas Anti-Demonstrasi Gubernur Sulsel, Dinilai Ancaman Demokrasi

Survei Planet Indonesia 2025 mencatat bahwa 75% OMS kesulitan mengakses dana operasional (overhead), sementara 57% terhambat oleh persyaratan administratif yang kompleks. Hal ini berdampak langsung pada minimnya kedaulatan organisasi dalam menentukan agenda dan strategi.

LOKADANA: Inovasi dari dan untuk Komunitas

Dalam merespons tantangan tersebut, LOKADANA hadir sebagai terobosan baru. Tino Yosephyn dari Lokadaya menyampaikan bahwa LOKADANA bukan sekadar skema hibah, melainkan instrumen politik ekonomi masyarakat sipil yang berbasis gotong royong dan solidaritas.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Gandeng Gusdurian dan IPNU, Siapkan Gen Z Jadi Garda Depan Demokrasi Digital

“LOKADANA ibarat arisan masyarakat sipil. Setiap orang bisa urun sumbangan, setiap komunitas bisa terlibat. Dari situlah kekuatan terkumpul,” ujar Tino.

Platform ini menempatkan komunitas sebagai subjek utama dalam pengambilan keputusan, dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Prosesnya dibuat sesederhana mungkin agar dana benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan, bukan habis di urusan administrasi.

Pada hari peluncuran, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp36 juta, yang akan digunakan sebagai hibah darurat bagi komunitas terdampak.

Baca Juga : Dinilai Menghidupkan Otoritarianisme, OMS Sulsel Tolak Pilkada Lewat DPRD

Ilham Majid, perwakilan Sophia Nusantara dari Merauke, Papua Selatan, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa LOKADANA bisa menjadi jalan baru bagi organisasi masyarakat sipil di Papua yang saat ini tengah berjuang melawan program Food Estate.

“Organisasi lokal bisa jalankan agenda sendiri tanpa harus tunduk pada skema dan logika donor luar,” jelas Ilham.

Dimulainya Panggilan Hibah Mikro Siklus-1

Baca Juga : Jusuf Kalla Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof. Zainal Arifin Mochtar, Tegaskan Kritik Bagian Demokrasi

Peluncuran LOKADANA juga menandai dibukanya Panggilan Hibah Mikro Siklus-1 (Financial Support to Third Parties/FSTP). Skema ini ditujukan bagi komunitas, kelompok perempuan, pemuda, dan inisiatif akar rumput, dengan proses aplikasi yang ringkas dan inklusif.

“Kita ingin menghapus hambatan birokrasi. Dana ini harus menjangkau mereka yang berada di garis depan perjuangan,” jelas Tino.

Program ini tidak hanya menjadi kanal pendanaan, tetapi juga ruang belajar bersama untuk membangun solidaritas lintas komunitas dan memperkuat gerakan jangka panjang.

Tentang Lokadaya

Lokadaya adalah jejaring organisasi masyarakat sipil yang berdiri pada 24 Maret 2021 dan kini terdiri dari 408 organisasi di 38 provinsi. Jejaring ini bertujuan menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan sumber daya secara kolektif dan adil, demi menjaga keberlanjutan dan kemandirian gerakan masyarakat sipil di Indonesia.

Inisiatif ini juga didukung oleh CO-EVOLVE 2, program Uni Eropa yang mendorong ketahanan organisasi masyarakat sipil terhadap perubahan global, termasuk dampak pandemi.

Membangun Kemandirian dari Bawah

LOKADANA muncul sebagai alternatif pendanaan yang membalik logika konvensional. Bukan dari luar ke dalam, tetapi dari dalam komunitas itu sendiri. Bukan dari kekuasaan atau pasar, melainkan dari solidaritas dan kebutuhan nyata.

Dengan semangat arisan, LOKADANA menegaskan bahwa kemandirian masyarakat sipil bukan hal yang mustahil. Ia bisa dibangun, dirawat, dan diperkuat bersama—dari komunitas, oleh komunitas, untuk komunitas.

“Bersama, kita membangun arisan masyarakat sipil demi demokrasi dan keadilan yang berkelanjutan,” tutup Tino.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#LOKADANA #Lokadaya #hibah partisipatif #arisan masyarakat sipil #Organisasi Masyarakat Sipil #pendanaan komunitas #kedaulatan gerakan #demokrasi Indonesia #ruang sipil #CO-EVOLVE #uni eropa #FSTP
Youtube Jejakfakta.com