Jejakfakta.com - PANGKEP - Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, secara langsung menyambut dan memperkenalkan berbagai potensi wisata Kabupaten Pangkep kepada sejumlah wisatawan asal Prancis. Pertemuan berlangsung hangat di rumah jabatan Bupati Pangkep, Kamis (2/10/2025).
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa MYL ini menekankan status Pangkep sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark yang telah diraih sejak dua tahun lalu. Hal ini, menurutnya, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.

“In Pangkep, we received the UNESCO Global Geopark recognition two years ago,” ujar Yusran, seraya mengundang turis untuk mengunjungi museum geopark yang terletak di gedung yang sama. Ia menambahkan, "In Sulawesi, our geopark has become a significant point on the map, showing how unique and important this region is."
Baca Juga : 27 Pasangan Resmi Bersanding, Nikah Massal Pangkep Wujudkan Pernikahan Sah dan Bermartabat

Bupati Yusran juga mempromosikan dua destinasi unggulan laut Pangkep, Samatellu Loppo dan Kapoposang, sebagai surga menyelam (diving) dengan pesona bawah laut yang menakjubkan. Keramahan masyarakat pulau disebutnya sebagai daya tarik tambahan yang tak kalah berharga.
"Since this is your first time in Pangkep... your presence means a lot to them," tuturnya, menyampaikan bahwa kunjungan mereka merupakan kejutan yang istimewa bagi warga lokal.
Salah satu wisatawan asal Prancis, Clara, mengungkapkan kekagumannya atas kunjungan pertamanya ke Pangkep. Meski telah tinggal di Indonesia selama setahun, kunjungan kali ini merupakan sebuah kejutan yang menyenangkan baginya dan keluarga.
Baca Juga : Permudah Wajib Pajak, Pemkab Pangkep Dorong Aktivasi Coretax
"Well, today was a surprise from our guides, but we're very interested in biodiversity and we really like to explore the wild and discover new cultures, so it was nice," kata Clara.
Clara menyatakan ketertarikannya yang besar pada pesona bawah laut Pangkep. Ia dan keluarga sangat antusias untuk melakukan snorkeling dan diving, terutama di area yang kaya ikan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
"We love when there's a lot of diving and snorkeling, like when there's a lot of fish, and if it's protected and local fishing, it's really cool," jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Pangkep Salurkan Bantuan Peralatan untuk 204 Pelaku UMKM/IKM
Menjadi salah satu turis pertama yang menginjakkan kaki di salah satu pulau Pangkep, khususnya Samatellu Pedda, merupakan pengalaman yang sangat mendebarkan bagi Clara. Rasa penasaran mereka terhadap keanekaragaman hayati dan kehidupan masyarakat pulau menjadi pendorong utama.
"I think, the fact that we're the first people to come there, it's very exciting... we very curious to see how people live on the island," tutupnya.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Sambut Wamen Luar Negeri di Makassar, Pamerkan Pesona Pinisi
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangkep, Zaenal Sanusi, menyatakan bahwa kedatangan turis Prancis ini merupakan bukti nyata daya tarik status UNESCO Global Geopark yang dimiliki Pangkep.
“Kedatangan turis dari Prancis ini karena mereka tertarik keragaman maritim khususnya UNESCO Global Geopark. Mereka sangat mengapresiasi karena kita sudah mendapatkannya dan mereka ingin membuktikan itu,” ujar Zaenal.
Ia menjelaskan bahwa para turis tersebut memilih langsung Pulau Samatellu Pedda untuk menikmati keindahan alam bawah laut, matahari terbit dan terbenam, serta tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. “Mereka asli dari Prancis, suatu kebanggaan kita mereka betul-betul ke Pangkep dan menginap di rumah masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga : Penduduk Miskin Pangkep Turun, Raih Peringkat Kedua Penurunan Tertinggi se-Sulsel
Zaenal berharap momen ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak lagi wisatawan mancanegara di masa depan. “Mudah-mudahan ke depan semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang, membuktikan bahwa Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark punya keindahan yang susah dicari di tempat lain,” tambahnya.
Manajer Pacébo Tours, Irham, mengungkapkan bahwa para turis tersebut memilih Pangkep setelah mencari informasi secara mandiri melalui internet. Perusahaannya memfokuskan promosi pada keindahan pulau-pulau di Pangkep, salah satunya Samatellu Pedda dengan pasir putihnya.
“Mereka mempersiapkan rencananya selama beberapa bulan untuk datang ke sana,” kata Irham.
Ia optimistis kunjungan ini akan menjadi promosi positif yang efektif bagi Kabupaten Pangkep. “Mudah-mudahan kedatangan mereka jadi informasi positif dari mulut ke mulut. Apalagi Pangkep sudah masuk dalam geopark, ini akan sangat membantu promosi wisata,” pungkasnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi pariwisata Pangkep pasca-pengakuan UNESCO, tetapi juga menunjukkan potensi besar wisata berbasis alam dan komunitas yang berkelanjutan untuk menarik pasar wisatawan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




