Rabu, 22 Oktober 2025 15:33

500 Santri Pangkep Ikuti Apel Hari Santri Nasional, Tekankan Peran di Era Digital

Editor : Editor JF
Penulis : Gadis Ma'dika
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pangkep. @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pangkep. @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep

Selain menjaga tradisi para santri harus mampu berinovasi

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Sebanyak 500 peserta dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pangkep. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/10/2025) ini dilaksanakan secara serentak di sembilan titik pondok pesantren, dengan titik pusat di Pondok Pesantren Wisata Al-Qur'an (PWQ) di Jalan Kemakmuran, Poros Makassar-Pare.

Perhelatan yang melibatkan empat pondok pesantren dan beberapa lembaga pendidikan anak usia dini ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini mencerminkan semangat santri untuk aktif menjaga keutuhan bangsa dan menjawab tantangan global dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Muhammad Nur Khalik, dalam amanatnya menegaskan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia.

Baca Juga : Bupati Pangkep Silaturahmi ke Kodaeral VI Hasanuddin, Bahas Sinergi Pembangunan Kepulauan

"Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Dan santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri," ucap Muhammad Nur Khalik.

Ia juga menambahkan pesan agar para santri tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu berinovasi. "Kepada seluruh santri di Tanah Air, saya berpesan, 'Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton'," tutupnya.

Sembilan pesantren yang menjadi titik pelaksanaan apel antara lain Pesantren Wisata Al-Qur'an (PWQ), Pesantren Ar Rahman DDI Galla Raya, Pesantren Mabaul Ulum, Pesantren Penghafal Al-Quran plus Dakwah dan Tilawah Jagong, Pesantren Darul Quran Sela, Pesantren Modern IMMIM Putri, Pesantren Sholawatul Isad, Pesantren Assiratal Mustaqim, dan Pesantren Syaikh Zainuddin NW Malaka.

Baca Juga : Pangkep Pertahankan Opini WTP ke-15 Kali, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

Ketua FKPP, Dr. K.H. M. Nazwarulhaq, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pondok pesantren terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

"Mudah-mudahan pondok pesantren senantiasa memiliki tempat di hati masyarakat. Kita juga berkomitmen untuk mewujudkan pondok pesantren yang ramah anak, sebagai wadah pendidikan yang menumbuhkan nilai-nilai agama, kasih sayang, dan karakter mulia," ujarnya.

Selain apel, rangkaian acara juga diisi dengan pembacaan ikrar santri, doa bersama untuk bangsa, serta penampilan seni Islami dari para santri, menambah khidmat dan semangat dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pangkep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hari Santri #Pangkep #Forum Komunikasi Pondok Pesantren #Pesantren #HSN
Youtube Jejakfakta.com