Senin, 24 November 2025 11:36

Kiai dan Alim Ulama Sepakat Tolak Mundurkan Gus Yahya dari Ketum PBNU

Editor : Editor JF
Musyawarah silaturahmi digelar di kantor PBNU Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025). @jejakfaktacom/Istimewa
Musyawarah silaturahmi digelar di kantor PBNU Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025). @jejakfaktacom/Istimewa

Keputusan ini menunjukkan bahwa mayoritas kiai tetap mendukung kepemimpinan Gus Yahya dan menginginkan penyelesaian masalah internal melalui jalur musyawarah dan silaturahmi, bukan melalui tindakan pemakzulan.

Jejakfakta.com - JAKARTA - Di tengah krisis internal yang mendesak Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur, hasil musyawarah para kiai dan alim ulama di Jakarta justru menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya. Musyawarah silaturahmi yang digelar di kantor PBNU Jakarta Pusat, Minggu malam (23/11/2025), menghasilkan tiga kesepakatan penting.

Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori menegaskan bahwa kepengurusan Gus Yahya harus tetap berjalan sampai akhir periode. “Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Semua sepakat begitu, gamblang 100 persen,” tegas Ahmad Said.

Tiga Kesepakatan Penting

Baca Juga : IAS Hadiri Pembukaan Pengkaderan NU, Harap Lahir Kader-kader Terbaik

1. Penolakan Mundur dan Pemakzulan

      Seluruh kiai sepakat masa kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya harus tetap berjalan sampai akhir periode, sekitar satu tahun lagi.

2. Usulan Silaturahmi Lebih Luas

Baca Juga : PCNU Temui Pjs Wali Kota, Persiapan "Makassar Bermunajat"

      Para kiai mengusulkan agar diadakan silaturahmi yang lebih besar di antara para alim ulama untuk menyelesaikan persoalan PBNU yang sudah menjadi konsumsi publik dengan cara yang baik.

3. Ajakan Tafakur Bersama

      Seluruh jajaran PBNU didorong untuk kembali melakukan perenungan (tafakur) demi kebaikan bersama, warga NU, dan Indonesia.

Baca Juga : WALHI Sulsel Minta Ormas Agama Tidak Berbisnis Tambang 

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang sebelumnya mendesak Gus Yahya mundur dalam waktu 3x24 jam atau terancam diberhentikan oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

Keputusan ini menunjukkan bahwa mayoritas kiai tetap mendukung kepemimpinan Gus Yahya dan menginginkan penyelesaian masalah internal melalui jalur musyawarah dan silaturahmi, bukan melalui tindakan pemakzulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PBNU #Musyawarah #Gus Yahya #Nahdlatul Ulama
Youtube Jejakfakta.com