Senin, 08 Desember 2025 14:53

Munafri Terima Aspirasi Warga, Tekankan Demokrasi RT yang Bersih dan Transparan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima langsung sejumlah warga yang menyampaikan aspirasi terkait hasil Pemilihan Rukun Tetangga (RT) di Balai Kota Makassar, Senin (8/12/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima langsung sejumlah warga yang menyampaikan aspirasi terkait hasil Pemilihan Rukun Tetangga (RT) di Balai Kota Makassar, Senin (8/12/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

RT dan RW yang terpilih harus merupakan sosok yang siap bekerja, menjalankan program pemerintah, dan melayani masyarakat dengan baik.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga integritas dan transparansi proses demokrasi di tingkat masyarakat. Hal itu disampaikan saat menerima langsung sejumlah warga yang menyampaikan aspirasi terkait hasil Pemilihan Rukun Tetangga (RT) di Balai Kota Makassar, Senin (8/12/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan Pemkot Makassar dalam merespons dinamika pascapemungutan suara. Munafri menekankan bahwa seluruh tahapan pemilihan RT telah berlangsung sesuai prosedur, jujur, adil, dan transparan.

“Hasil yang muncul merupakan cerminan pilihan warga dan tidak bisa dicampuri oleh pihak mana pun,” ujar Munafri.

Baca Juga : Makassar Pecah Dominasi Jawa! Kota Makassar Jadi Satu-satunya dari Luar Jawa Raih Penghargaan Nasional Hari Otda 2026

Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar tidak mengintervensi hasil pemilihan yang sudah ditetapkan panitia di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, menjaga kemurnian proses demokrasi penting untuk membangun kepercayaan publik dan menjaga ketertiban sosial di lingkungan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Munafri menjelaskan bahwa pemilihan RT digelar untuk mencegah perselisihan, bukan memicu perpecahan. Ia menekankan bahwa sistem pemilihan dirancang agar setiap pemimpin lingkungan benar-benar dipilih berdasarkan kehendak warga.

“Kenapa kita adakan pemilihan RT/RW serentak? Supaya tidak ada perselisihan, karena masyarakat menentukan sesuai hati nurani,” jelasnya.

Baca Juga : Hari Otda ke-30 di Makassar, Sekda Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Wujudkan Asta Cita

Munafri mengingatkan bahwa dalam setiap pemilihan pasti ada yang menang dan kalah, sehingga seluruh pihak diharapkan menghormati hasil yang telah ditetapkan. Ia meminta warga tetap menjaga kondusivitas dan memberi kesempatan kepada RT terpilih untuk menjalankan amanah.

“Namanya pemilu, pasti ada orang menang dan ada yang kalah. Tidak mungkin semua yang mendaftar langsung jadi RT,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa berbagai keberatan seharusnya disampaikan pada tahap pencalonan, bukan setelah pemilihan selesai. Menurutnya, semua kandidat telah diberi kesempatan yang sama sejak awal proses.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Modernisasi Layanan Kesehatan, Cathlab RSUD Daya Siap Layani Warga Makassar

“Pada saat pencalonan, kenapa tidak dipersoalkan? Setelah pemilihan selesai, tidak boleh kita memaksakan. RT yang terpilih adalah hasil dari demokrasi,” kata Munafri.

Munafri menambahkan bahwa RT dan RW yang terpilih harus merupakan sosok yang siap bekerja, menjalankan program pemerintah, dan melayani masyarakat dengan baik.

“RT dan RW ini bukan mencari bos atau jabatan. Mereka adalah orang-orang yang mau bekerja, melaksanakan program pemerintah, dan siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Pemilihan RT #Demokrasi tingkat RT #Pemkot Makassar #aspirasi warga #RT/RW serentak #Transparansi pemilihan RT
Youtube Jejakfakta.com