Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri–Aliyah terus memastikan bahwa visi kota inklusif menjadi prioritas, sejalan dengan komitmen menghadirkan pelayanan yang setara, aksesibel, dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Komitmen inklusivitas Kota Makassar kembali ditegaskan melalui kolaborasi Pemkot Makassar bersama Yayasan Kota Kita Surakarta dalam inisiasi program Makassar Inclusive City Movement yang kini telah membuahkan hasil nyata.

Dalam pertemuan di Balai Kota pada Kamis (11/12/2025), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima pemaparan dari pihak Yayasan Kota Kita Surakarta terkait dua program utama, yaitu profiling masyarakat disabilitas dan pelaksanaan capacity building.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Pemkot Siapkan Perayaan Buruh Aman dan Inklusif
Yayasan Kota Kita juga menyerahkan dokumen hasil program berupa Profil Disabilitas Kota Makassar berjudul “Makassar: A Disability Inclusive Profile”, yang merangkum data 5.171 penyandang disabilitas di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, termasuk wilayah kepulauan.
Data tersebut telah diolah menjadi dokumen komprehensif yang dapat menjadi rujukan seluruh perangkat daerah dalam menyusun kebijakan serta program yang lebih ramah disabilitas.
Senior Fasilitator Kota Kita Surakarta, Fuad Jamil, menjelaskan bahwa Makassar terpilih sebagai kota mitra karena memiliki visi yang sejalan dengan komitmen kota inklusif. Ia menilai kepemimpinan Munafri membawa arah pembangunan yang memberi ruang setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami berharap data ini dapat menjadi acuan bagi Pemkot Makassar dan OPD terkait dalam menyusun program,” ujarnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Munafri menegaskan bahwa data yang diserahkan sangat berharga untuk memperkuat arah pembangunan inklusif di Kota Makassar.
“Memang kami ingin ke depan setiap kegiatan harus memastikan akses bagi penyandang disabilitas,” tambah Munafri.
Baca Juga : Makassar Gandeng Jepang, Kolaborasi Strategis Fokus Atasi Sampah hingga Pertukaran Pelajar
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan Yayasan Kota Kita Surakarta yang telah memberikan penguatan kapasitas melalui program capacity building, seperti peningkatan wawasan digital hingga pengembangan UMKM bagi para difabel.
“Dengan senang hati kami terbuka untuk kolaborasi lebih jauh. Silakan sampaikan hal-hal yang dapat kami dukung, terutama output dari penelitian ini. Kami sangat menghargai komitmen teman-teman yang hadir membantu Makassar,” lanjutnya.
Lebih jauh, Munafri berharap kehadiran dokumen profil tersebut dapat menjadi pedoman resmi Pemkot Makassar untuk mewujudkan kota yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga : Groundbreaking Mal Ratu Indah, Munafri Sebut Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Baru Makassar
Untuk itu, ia meminta agar buku tersebut diperbanyak cetakannya sebagai referensi pemerintah kota serta dapat diakses lebih banyak pihak, termasuk dipajang di ruang-ruang pelayanan publik dan ruang tamu Kantor Wali Kota Makassar.
“Buku profil ini sangat baik untuk diperbanyak dan ditempatkan di ruang-ruang tunggu sebagai referensi bacaan,” tutup Munafri.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




