Rabu, 07 Januari 2026 15:07

Pemkot Makassar Gandeng Perguruan Tinggi Kembangkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perkotaan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa yang digelar di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa yang digelar di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti kondisi UMKM di Makassar, di mana sekitar 60 persen masih berada dalam kondisi rentan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota, perguruan tinggi, dan kalangan akademisi sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan sektor pertanian di Kota Makassar.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa yang digelar di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa tantangan pembangunan perkotaan ke depan semakin kompleks, mulai dari isu ketersediaan pangan, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga keberlanjutan usaha UMKM lokal.

Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar

Oleh karena itu, peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi sangat vital dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan keilmuan.

“Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi dan para akademisi agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Munafri, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Secara khusus, Wali Kota Makassar menyampaikan selamat serta apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga guru besar yang dikukuhkan, yang keilmuannya dinilai sangat relevan dengan agenda strategis pembangunan daerah saat ini.

Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Guru besar pertama adalah Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Profesor Bidang Ekonomi Pertanian dengan kepakaran ketahanan dan pola konsumsi pangan alternatif.

Kedua, Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Profesor Bidang Manajemen dengan kepakaran inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi.

Ketiga, Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., Profesor Bidang Sosial Ekonomi Pertanian dengan kepakaran tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan

Munafri menegaskan, pengukuhan guru besar ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

“Gelar profesor merupakan puncak pengabdian akademik yang lahir dari proses panjang, penuh dedikasi, konsistensi, dan integritas keilmuan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keilmuan para profesor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan isu strategis Kota Makassar, seperti ketahanan pangan, penguatan UMKM, serta pembangunan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau

Munafri menjelaskan bahwa ketahanan pangan menjadi tantangan serius bagi Makassar sebagai kota besar dengan keterbatasan lahan pertanian dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

“Kita sangat bergantung pada daerah penyangga. Karena itu, dibutuhkan inovasi seperti urban farming, vertical farming, dan pemanfaatan teknologi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi UMKM di Makassar, di mana sekitar 60 persen masih berada dalam kondisi rentan.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Panggung Nasional, Pembukaan MTQ KORPRI 2026 Ditarget Spektakuler di Karebosi

“Ujung dari UMKM adalah ekspor. Ketika UMKM bisa ekspor, artinya tata kelolanya sudah baik. Di sinilah peran akademisi sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Munafri juga mengaitkan pembangunan pertanian berkelanjutan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), serta pentingnya pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) di sektor pertanian perkotaan.

Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Ia berharap Universitas Bosowa terus memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkot Makassar #Munafri Arifuddin #Universitas Bosowa #ketahanan pangan #UMKM Makassar #ekonomi perkotaan #pertanian berkelanjutan #guru besar Unibos #Urban Farming
Youtube Jejakfakta.com