Jejakfakta.com, JAKARTA – Menjelang Ramadhan 2026, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan masyarakat agar bulan suci ini menjadi momentum tidak hanya untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kehati-hatian dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan JK saat membuka Pelatihan Akustik Masjid bagi 109 peserta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).

Menurut JK, kondisi masyarakat dan alam saat ini penuh tantangan sehingga dibutuhkan kesadaran bersama untuk tetap bekerja keras dan saling mendukung.
Baca Juga : Jusuf Kalla di Untirta: Perang Modern Ditentukan Teknologi, Indonesia Harus Cetak Lebih Banyak Wirausaha
“Dalam situasi masyarakat dan kondisi alam seperti sekarang, Ramadhan harus mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati,” ujar Jusuf Kalla.
JK menekankan pentingnya kerja keras dan keberlanjutan dalam pembangunan dan pemulihan ekonomi, meski tantangan yang dihadapi tidak ringan.
“Kami bekerja keras membangun kondisi seperti ini. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa kita memang sedang menghadapi situasi yang sulit,” tambahnya.
Baca Juga : FGD Kelitbangan 2026, Balitbangda Gowa Siapkan Fondasi Kebijakan Berbasis Riset untuk Pariwisata dan UMKM
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mendoakan agar roda perekonomian tetap berjalan dan masyarakat tetap produktif.
“Kita perlu saling mendoakan agar masyarakat tetap bekerja dengan baik dan keras, serta saling memberikan dorongan agar ekonomi tetap berjalan,” lanjut JK.
Lebih jauh, Jusuf Kalla menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan membangun masyarakat secara menyeluruh.
Baca Juga : Urban Farming Jadi Senjata Baru Makassar Tekan Sampah, Wali Kota Instruksikan Gerakan Hingga Lorong
“Jadi Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




