Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak kalangan advokat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pembukaan Seminar Nasional dan Musyawarah Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia - Suara Advokat Indonesia (PERADI-SAI) Makassar di Swiss-Belhotel Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam agenda tersebut. Ia menilai seminar nasional dan musyawarah cabang menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran advokat di daerah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Susun Formula Baru TPP ASN dan Gaji PJLP Berbasis Beban Kerja
“Sebagai Wali Kota Makassar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya karena pada pagi hari ini diperkenankan hadir bersama dalam seminar nasional dan musyawarah cabang PERADI-SAI Makassar,” ujarnya.
Selain sebagai kepala daerah, Munafri juga diketahui menjabat sebagai Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas. Ia menilai kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah agenda organisasi advokat merupakan kehormatan tersendiri.
Munafri memaparkan, dinamika sosial di Makassar tergolong kompleks. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa pada malam hari dan lebih dari 2 juta jiwa pada siang hari akibat tingginya mobilitas dan arus urbanisasi, berbagai persoalan sosial berpotensi berkembang menjadi persoalan hukum.
Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng Kejari, Perkuat Pendampingan Hukum untuk Kawal Pembangunan dan Tingkatkan PAD
“Makassar ini adalah sentra urban. Penduduk datang dari berbagai daerah. Sangat mungkin muncul persoalan-persoalan sosial yang pada akhirnya menjadi persoalan hukum,” tuturnya.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan di jalanan. Ia menegaskan pentingnya peran advokat dalam memberikan pendampingan dan edukasi hukum, terutama bagi masyarakat yang belum memahami prosedur dan aturan yang berlaku.
“Di sinilah peran PERADI dan pemerintah harus mampu membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” lanjutnya.
Baca Juga : Dari 10 Besar Menuju 5 Pimpinan, Baznas Makassar Cari Figur Amanah dan Profesional
Munafri juga mengingatkan agar profesi advokat tetap menjaga harkat dan martabat sebagai profesi yang mulia. Ia berharap advokat tidak menggunakan profesinya untuk menakut-nakuti masyarakat.
“Ini adalah profesi yang mulia. Jangan dijadikan profesi untuk menakut-nakuti masyarakat. Tolong melalui organisasi ini dijaga harkat dan martabat para advokat agar profesi yang agung dan sakral ini benar-benar terjaga dengan baik,” pesannya.
Secara konkret, Munafri meminta setiap anggota PERADI-SAI Makassar dapat menangani minimal satu kasus masyarakat secara pro bono sebagai bentuk kontribusi nyata kepada warga yang membutuhkan pendampingan hukum.
Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur
“Minimal satu orang, satu anggota PERADI, menangani kasus masyarakat pendampingan hukum,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong adanya kerja sama dalam bentuk sosialisasi hukum guna meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat Kota Makassar.
Pada Muscab II tersebut, Munafri berharap kepengurusan baru PERADI-SAI Makassar dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding periode sebelumnya serta mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.
Baca Juga : Lari, Gowes, hingga Lapor Jalan Rusak Bisa Dapat Hadiah dari Pemkot Makassar
Menutup sambutannya, ia mengakui Pemerintah Kota Makassar juga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan dan pendampingan hukum. Karena itu, ia mengajak PERADI-SAI Makassar duduk bersama pemerintah untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai koridor hukum.
“Di pemerintah kota ini bukan tidak ada persoalan, sangat banyak. Karena itu kita harus duduk bersama untuk memastikan profesi advokat dapat menunjang proses pembangunan yang ada di Kota Makassar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




