Sabtu, 28 Februari 2026 22:49

Di Biringkanaya, Wali Kota Makassar Dorong Masjid Jadi Ruang Pembinaan Umat Bentuk Generasi Qurani

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
 Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat  Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Baburrahman Perum Bukit Delta Mas, Jalan Berua Raya, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (28/2/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Baburrahman Perum Bukit Delta Mas, Jalan Berua Raya, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (28/2/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, ruang interaksi sosial, dan penyelesaian persoalan masyarakat dalam Safari Ramadan 2026 di Biringkanaya.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan warga bahwa masjid tidak hanya dijadikan tempat melaksanakan salat lima waktu, tetapi juga harus dimaknai sebagai pusat pembinaan umat, ruang interaksi sosial, hingga wadah penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Baburrahman Perum Bukit Delta Mas, Jalan Berua Raya, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (28/2/2026) malam.

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi menyampaikan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat kajian dan aktivitas kebaikan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal

“Masjid tidak hanya dijadikan tempat ritual melaksanakan salat lima waktu, tetapi seyogianya momentum bulan puasa menjadikan masjid sebagai tempat kajian dan melakukan hal-hal baik,” imbuh Appi.

“Masjid harus menjadi ruang interaksi masyarakat, tempat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada,” lanjut mantan CEO PSM Makassar itu.

Menurutnya, peran masjid sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter Islami dan Qurani.

Baca Juga : Tahun 2026, Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN

“Yang lebih penting lagi, masjid adalah tempat untuk membentuk, membangun, dan mencetak generasi Islami, generasi Qurani ke depan yang menjadi fondasi dasar generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan, Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan membuka ruang komunikasi.

“Inilah tujuan kami Pemerintah Kota melaksanakan Safari Ramadan. Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, membangun silaturahmi, membangun ukhuwah, serta membuka ruang komunikasi,” tuturnya.

Baca Juga : Di Panakkukang, Wali Kota Makassar Minta Warga Sampaikan Aspirasi Lewat LONTARA+

“Karena apa pun yang dilakukan pemerintah, jika tidak dirasakan masyarakat dan tidak ada pertemuan langsung, tentu tidak ada gunanya,” lanjutnya.

Munafri menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota.

Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Program yang dijalankan pemerintah bukan untuk kepentingan pemerintah itu sendiri, melainkan untuk masyarakat.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Dukung Penertiban PKL di Makassar, Ingatkan Masalah Sampah dan Lingkungan

“Program-program pemerintah harus benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Inilah yang ingin kita bangun dalam sistem pemerintahan ini,” katanya.

Ia juga menjelaskan mengapa Ramadan dipilih sebagai momentum memperkuat komunikasi sosial.

“Bulan Ramadan ini sangat berbeda. Semalas-malasnya orang ke masjid, kalau bulan puasa pasti datang,” ucapnya.

Baca Juga : Munafri–Aliyah Tekankan RKPD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Appi mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan bulan suci yang hanya datang setahun sekali.

“Jangan sampai Ramadan hanya dianggap bulan istirahat,” pesannya.

Ia pun berbagi kisah rutinitasnya selama Ramadan yang dipenuhi agenda pelayanan masyarakat.

Setiap hari ia berkeliling mulai subuh, masuk kantor, berbuka puasa, salat Isya, Tarawih, hingga Witir, dan seterusnya.

“Saya berupaya terus turun dan bertemu masyarakat untuk membangun kota ini bersama-sama. Banyak persoalan sosial yang harus diselesaikan. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah. RT/RW adalah mata dan telinga pemerintah.

“Mungkin radar pemerintah tidak terlalu jauh, maka RT/RW ditempatkan untuk melihat apa yang menjadi persoalan warga yang harus diintervensi dan dibuktikan dengan kehadiran pemerintah,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket Ramadan dari Bosowa Peduli kepada masyarakat kurang mampu serta pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian dan kolaborasi sosial di bulan suci Ramadan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Safari Ramadan Makassar 2026 #Munafri Arifuddin #Masjid Baburrahman Biringkanaya #pembinaan umat #Generasi Qurani #bosowa peduli
Youtube Jejakfakta.com