Senin, 16 Maret 2026 19:49

Duduk Bersama Purna Bhakti, Munafri Ajak Pamong Senior Terus Berkontribusi untuk Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menjamu para pamong senior dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama purna bhakti Pemerintah Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menjamu para pamong senior dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama purna bhakti Pemerintah Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin silaturahmi Ramadan bersama purna bhakti, serap masukan pamong senior dan paparkan capaian serta program prioritas pembangunan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menjamu para pamong senior dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama purna bhakti Pemerintah Kota Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026), dan dihadiri mantan pejabat serta aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purna tugas di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Munafri memanfaatkan momentum tersebut untuk meminta nasihat, pandangan, serta masukan dari para pamong senior yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan.

Baca Juga : Lari, Gowes, hingga Lapor Jalan Rusak Bisa Dapat Hadiah dari Pemkot Makassar

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat ukhuwah serta menjaga kesinambungan pemikiran dalam pembangunan Kota Makassar.

“Pada kesempatan hari ini, saya berharap bukan hanya membangun silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah untuk kota kita tercinta,” kata Appi.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, tentu dibutuhkan banyak masukan dan pengalaman berharga dari para purna bhakti lingkup Pemerintah Kota Makassar,” lanjutnya.

Baca Juga : Lantik 167 PNS Makassar, Munafri Tekankan ASN Baru Harus Kerja Nyata Bukan Cari Aman

Ia menambahkan, komunikasi dengan para senior pemerintahan akan terus dijaga karena banyak pelajaran penting yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan yang baik di Kota Makassar.

“Karena itu, kami tidak akan berhenti berkomunikasi. Masukan para senior menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan, khususnya dalam menghadirkan tata kelola yang baik,” jelasnya.

Sebagai wali kota, Appi menilai silaturahmi dengan purna bhakti merupakan bentuk kewajiban moral pemerintah. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada daerah tidak berhenti meski seseorang telah memasuki masa pensiun.

Baca Juga : Kecamatan Ujung Pandang Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Pantai Losari Makassar

“Ini bukan sekadar acara, tapi kewajiban. Tidak boleh ada hubungan yang terputus,” ujarnya.

Menurutnya, pengabdian hanya dibatasi secara administratif, namun kontribusi dalam pembangunan tetap bisa terus berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah, baik dalam konteks nasional maupun lokal, yang menuntut pemikiran matang dan langkah strategis.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Beri Motivasi Delegasi Paskibraka 2026: “Kalian Duta Terbaik Kota Makassar”

Ia mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir pemerintah kota telah melewati berbagai tantangan pembangunan. Namun berdasarkan data dan indikator resmi, sejumlah capaian menunjukkan tren positif.

Hampir seluruh indikator pembangunan mengalami peningkatan, termasuk pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang lebih tinggi dibandingkan nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan, angka stunting menurun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat.

Baca Juga : PGIW Sulselra Siap Jadi Mitra Strategis Pemkot Makassar, Dukung Program Pembangunan dan Perkuat Toleransi

“Alhamdulillah, satu tahun ini kita lewati dengan sangat baik. Hampir seluruh indikator naik secara signifikan,” katanya.

“Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari nasional maupun provinsi, angka kemiskinan turun, stunting menurun, dan IPM meningkat,” lanjutnya.

Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa capaian statistik bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan gambaran arah kebijakan yang sedang berjalan.

Menurutnya, yang paling penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Angka-angka ini hanya gambaran. Yang terpenting adalah bagaimana lorong-lorong di Makassar tidak lagi banjir saat hujan, dan masyarakat tidak perlu mengungsi,” tegasnya.

Politisi Golkar itu menekankan bahwa orientasi pembangunan pemerintah kota tidak hanya berfokus pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tetapi juga pada dampak langsung bagi masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan hanya good governance, tetapi bagaimana kebijakan dan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Munafri juga memaparkan program prioritas pemerintah kota yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja rentan.

Saat ini, sekitar 81.000 warga Makassar telah mendapatkan perlindungan melalui program jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

Namun, program tersebut masih perlu diperkuat agar lebih komprehensif. Karena itu, tahun ini pemerintah kota menambah program jaminan hari tua bagi sekitar 41.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan melalui APBD.

“Program ini kami lanjutkan karena jaminan yang ada saat ini hanya berlaku saat terjadi risiko. Maka tahun ini kami tambahkan jaminan hari tua bagi 41.000 masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, khususnya yang bertugas di wilayah kepulauan.

Pemerintah kota telah menyusun skema penambahan insentif agar kesejahteraan mereka semakin terjamin.

“Perhatian kepada tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, khususnya di pulau-pulau, kami susun agar benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tutup Appi.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan dialog santai antara wali kota dan para pamong senior yang turut berbagi pengalaman dan pandangan dalam membangun Kota Makassar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Safari Ramadan #Purna Bhakti Makassar #Buka Puasa Bersama #Pemkot Makassar #Pertumbuhan Ekonomi #Stunting #IPM #Jaminan Sosial Pekerja Rentan #Ramadan 2026
Youtube Jejakfakta.com