Kamis, 19 Maret 2026 05:07

Pemkab Gowa Rumuskan Strategi Konkret Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” yang digelar Pemkab Gowa bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (18/3/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” yang digelar Pemkab Gowa bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (18/3/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Pemkab Gowa bersama IJTI Sulsel menggelar FGD merumuskan strategi konkret penghapusan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor.

Jejakfakta.com, GOWA – Sebagai upaya serius dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan kolaborasi untuk mencari solusi sekaligus merumuskan strategi penuntasan kemiskinan ekstrem.

Kali ini, Pemkab Gowa bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” yang berlangsung di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (18/3/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk mencari solusi konkret serta merumuskan langkah terarah dalam menekan angka kemiskinan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, akademisi UIN Alauddin Makassar Prof. Muhaemin Latif sebagai narasumber, serta Bahtiar M. A. Saleh sebagai moderator.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Gowa Ajak ASN Perkuat Persatuan demi Percepatan Pembangunan Daerah

Bupati Talenrang menyampaikan bahwa persoalan kemiskinan tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya.

“Berbicara kemiskinan berarti berbicara tentang SDM. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gedung tinggi, jalan mulus, sarana pendidikan dan kesehatan, tetapi yang paling utama adalah kualitas SDM-nya,” ujarnya saat menjadi narasumber pada FGD tersebut, Rabu (18/3/2026).

Di awal masa pemerintahannya, kata Bupati Talenrang, Pemkab Gowa terus mendorong kemajuan daerah, salah satunya melalui pertumbuhan ekonomi yang pada 2025 mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 7,04 persen. Angka tersebut melampaui capaian Sulawesi Selatan sebesar 5,43 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf, Pemulihan Pascakebakaran Dipercepat

Selain itu, berdasarkan data, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gowa menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, dari 71,74 pada 2021 menjadi 74,22 pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Gowa pada kategori “tinggi”, yang menandakan semakin baiknya akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

“IPM yang tinggi menjadi modal utama bagi masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinan secara permanen melalui peningkatan keterampilan dan kesehatan,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan terbesar saat ini adalah penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Baca Juga : Pasca Kebakaran, Bupati Gowa Pastikan Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Tetap Normal

Ia menjelaskan bahwa penghapusan kemiskinan secara total bukan perkara mudah karena faktor kemiskinan bersifat dinamis dan terus berkembang, ditambah perubahan kebijakan nasional terkait klasifikasi desil yang memengaruhi penetapan kelompok sasaran.

“Kelompok miskin ekstrem merupakan masyarakat dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan ekstrem, seperti keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni,” katanya.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” yang digelar Pemkab Gowa bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (18/3/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Baca Juga : Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Turunkan Stunting hingga 17 Persen dan Kantongi Insentif Rp1 Miliar

Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkab Gowa menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis intervensi by name by address, dengan fokus pada desil 1–5 atau kelompok masyarakat paling rentan seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan kepala keluarga berpendidikan rendah.

“Strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni penurunan beban pengeluaran melalui bantuan sosial dan subsidi, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi dan UMKM, serta penyediaan infrastruktur dasar guna mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” sebutnya.

Sebagai bentuk intervensi nyata, pada 2025 Pemkab Gowa melalui Program Gowa Massunggu melaksanakan pendampingan bagi keluarga miskin ekstrem melalui skema Orang Tua Asuh (OTA).

Baca Juga : Wabup Gowa Pastikan Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Tetap Normal Pascakebakaran

“Program ini menyasar 357 keluarga miskin ekstrem hasil verifikasi data P3KE, dengan dukungan lebih dari 200 Orang Tua Asuh, mulai dari unsur ASN, anggota DPR, hingga perusahaan daerah. Selama pelaksanaannya, telah dilakukan 43 jenis intervensi hasil kolaborasi lintas OPD, CSR, dan Baznas,” urainya.

Sementara itu, Ketua IJTI Sulawesi Selatan, Andi Mohammad Sardi, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan media merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Sinergi ini penting untuk menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada publik, sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan media dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong partisipasi seluruh elemen dalam mendukung program pemerintah.

“Kami mendukung berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Diharapkan tercipta sinergi kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem serta mewujudkan Kabupaten Gowa yang semakin maju dan sejahtera,” harapnya.

FGD ini turut dihadiri akademisi UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Muhaemin Latif sebagai narasumber, dipandu oleh fasilitator Bahtiar M. A. Saleh, serta peserta dari berbagai unsur, seperti LSM, Dinas PMD Gowa, Dinas Koperasi, Bappeda, pendamping desa, hingga penerima manfaat dari kategori miskin ekstrem. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pemkab gowa #Kemiskinan Ekstrem #FGD Gowa #IJTI Sulsel #Husniah Talenrang #strategi pengentasan kemiskinan #Gowa Massunggu #DTSEN #IPM Gowa
Youtube Jejakfakta.com