Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menantang mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk tampil sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal, mulai dari urban farming hingga pengelolaan sampah modern.
Dorongan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Pengurus Cabang IMM Kota Makassar di Pusdiklat Unismuh Makassar, Minggu (29/03/2026).

Munafri menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi harus mampu membaca peluang dan menerapkannya langsung di tengah masyarakat.
Baca Juga : HUT ke-69 Kodam Hasanuddin, Munafri Tegaskan Kolaborasi TNI dan Pemda Kunci Pembangunan Makassar
Menurutnya, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan adalah tingginya kebutuhan pangan di Makassar, khususnya telur dan ayam. Ia mendorong IMM mengembangkan konsep urban farming berbasis lorong sebagai solusi nyata.
“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak. Lihat peluang. Hari ini harga telur di Makassar tinggi sekali, ini peluang besar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia bahkan menantang kader IMM untuk membina minimal dua lorong melalui program “satu lorong satu kandang” yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, siap memberikan dukungan infrastruktur dan pendampingan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri Ajak Warga Makassar Jaga Harmoni dan Perkuat Persatuan
Selain peternakan, Munafri juga mendorong budidaya ikan menggunakan metode sederhana seperti drum atau wadah terbatas yang cocok diterapkan di kawasan perkotaan.
“Keterbatasan lahan bukan hambatan, tapi peluang untuk inovasi. Yang penting kita bisa melihat pasar yang terbuka,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menyoroti persoalan lingkungan sebagai isu strategis kota. Pemkot Makassar, kata dia, tengah berupaya mentransformasi sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari open dumping menjadi sanitary landfill, serta mengembangkan konsep waste to energy.
Baca Juga : Hadiri Sannipata Waisak, Munafri Tegaskan Makassar Rumah Bersama dan Benteng Toleransi di Tengah Keberagaman
“Sampah ke depan harus bisa jadi energi listrik. Ini solusi jangka panjang karena produksi sampah kita sudah lebih dari 1.000 ton per hari,” jelasnya.
Munafri menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan kota. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan membuka peluang investasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia pun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi IMM untuk menjalankan program pemberdayaan berkelanjutan.
Baca Juga : Makassar Half Marathon 2026 Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Hotel Penuh dan UMKM Panen Rezeki
“Pikir dulu kegiatannya, pastikan bisa jalan. Lalu mulai saja dulu, karena yang tersulit adalah memulai,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




