Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan urgensi akselerasi digitalisasi sebagai strategi utama dalam menjaga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
Penegasan itu disampaikan Munafri saat membuka kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar di Hotel Grand Novotel Shayla, Kamis (9/04/2026).

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa digitalisasi merupakan instrumen strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan daya saing daerah.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama
“Ini sangat penting untuk memaksimalkan pola-pola pelayanan digital yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD di Kota Makassar,” ujarnya.
Munafri juga menyoroti lemahnya kontrol dan pengawasan terhadap berbagai program digitalisasi yang telah diluncurkan sebelumnya. Ia menggarisbawahi bahwa banyak inovasi digital belum diikuti implementasi dan evaluasi yang optimal.
“Tahun lalu banyak sekali peluncuran program digitalisasi, tetapi kontrol, pengawasan, dan implementasinya belum berjalan dengan baik,” tegasnya.
Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar
Karena itu, ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar memastikan keberlanjutan serta dampak nyata dari setiap program sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Lebih lanjut, Munafri menyinggung budaya transaksi yang masih didominasi penggunaan uang tunai, bahkan di kalangan pegawai pemerintah sendiri. Padahal, digitalisasi terus didorong secara masif.
“Kita bicara digitalisasi, kita bicara sistem pembayaran digital, tapi di kantong kita masih banyak uang tunai. Yang paling penting hari ini adalah bagaimana ‘walk the talk’,” katanya.
Baca Juga : Munafri Tekankan Skill dan Keselamatan dalam Diklat Pelayaran di Makassar
Munafri meminta seluruh pegawai SKPD mulai mengubah pola pikir dan kebiasaan sebagai kunci keberhasilan transformasi digital. Ia menekankan bahwa digitalisasi harus dimulai dari internal pemerintah sebelum diperluas ke masyarakat.
“Saya ingin memastikan digitalisasi ini tidak lagi menjadi hal asing, dimulai dari lingkup internal kita. Ke depan harus terbalik, masyarakat yang bertanya, ‘kenapa di sini tidak ada QRIS?’,” pungkasnya.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu juga menambahkan bahwa digitalisasi berperan penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Baca Juga : Dapat Tambahan Kapal dari Pusat, Pemkot Makassar Siapkan Rute Transportasi Antar Pulau
Oleh karena itu, ia meminta seluruh SKPD menjadikan program ini sebagai prioritas dengan target capaian yang terukur dalam upaya peningkatan PAD Kota Makassar.
Ia juga mendorong peningkatan kecepatan dan daya saing. Meski TP2DD Kota Makassar saat ini berada di peringkat pertama di Sulawesi Selatan, skor output dan outcome masih lebih rendah dibanding dua kota lainnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




