Jejakfakta.com, MAKASSAR – Peresmian Cetiya Zhen An Kong "Sam Ong Hu" di Jalan Pangeran Diponegoro, Sabtu (13/6/2026), tidak sekadar menandai hadirnya rumah ibadah baru bagi umat Buddha. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menegaskan pentingnya toleransi sebagai fondasi pembangunan kota yang inklusif dan harmonis.
Dengan menandatangani prasasti peresmian Cetiya Zhen An Kong, Munafri atau yang akrab disapa Appi menyampaikan apresiasinya terhadap bangunan rumah ibadah dua lantai tersebut yang dinilai dibangun dengan sangat baik, mulai dari arsitektur hingga detail interior bernuansa Tionghoa.

"Saya benar-benar takjub melihat rumah ibadah ini dibuat dengan sangat serius, sangat proper. Semua ornamennya, detailnya, benar-benar sangat luar biasa," ujar Appi.
Baca Juga : Kepada 369 Kepsek, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan SPMB dan Pungutan Perpisahan
Namun, menurutnya, kemegahan fisik sebuah rumah ibadah tidak cukup jika tidak diiringi dengan peran sosial yang kuat di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa rumah ibadah harus menjadi ruang asimilasi, tempat membangun interaksi sosial dan memperkuat persaudaraan antarwarga.
"Rumah ibadah harus menjadi tempat asimilasi bagi para penganut agama untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi juga bagaimana kita memperhatikan saudara-saudara yang ada di sekitar rumah ibadah," katanya.
Appi menilai, toleransi menjadi modal utama menjaga stabilitas sosial sebuah daerah. Karena itu, capaian Kota Makassar yang berhasil masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia harus terus dipertahankan dengan memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Baca Juga : Lantik 369 Kepsek, Munafri-Aliyah Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Jaga Integritas
"Alhamdulillah Kota Makassar tahun ini sudah masuk 10 besar kota toleransi di Indonesia, berada di peringkat sembilan. Ini harus terus kita jaga dengan membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki," tuturnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat yang harmonis akan menciptakan stabilitas daerah. Kondisi tersebut, lanjutnya, akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Toleransi sangat penting untuk menjaga stabilitas sebuah daerah. Kalau stabilitasnya bagus, investasinya akan lancar. Kalau investasi aman, makin banyak orang datang ke Makassar membawa peluang ekonomi, dan pada akhirnya masyarakat akan semakin sejahtera," jelasnya.
Baca Juga : Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner hingga Peluang Investasi
Atas nama Pemerintah Kota Makassar, Appi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Yayasan Zhen An Kong Makassar atas berdirinya rumah ibadah tersebut. Ia berharap Cetiya Zhen An Kong tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga simbol penguatan nilai toleransi dan kebersamaan di Kota Makassar.
"Semoga keberadaan Cetiya Zhen An Kong semakin memperkuat semangat persatuan dan menjadi bagian dari wajah Makassar sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman," harapnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh umat Buddha, di antaranya Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan, Henry Sumitomo, Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan, Pendeta Roy Rushim, Perwakilan DPD KCBI Sulawesi Selatan, Caroline Couri, Dewan Pembina Yayasan Zhen An Kong Makassar, Wilson Tiodang, Ketua Yayasan Zhen An Kong Makassar, Erdy Wijaya, serta para pengurus yayasan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




