Kamis, 18 Juni 2026 21:22

SPMB 2026 Makassar Transparan dan Tepat Waktu, Hasil Jalur Non-Domisili Diumumkan Tanpa Kendala

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur non-domisili berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Hasil seleksi tahap pertama untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP diumumkan pada Kamis (18/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur non-domisili berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Hasil seleksi tahap pertama untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP diumumkan pada Kamis (18/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

SPMB 2026 Kota Makassar jalur non-domisili diumumkan tepat waktu dan transparan. Disdik Makassar memastikan proses verifikasi berjalan lancar, sementara jalur domisili dibuka mulai 22 Juni 2026.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur non-domisili berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Hasil seleksi tahap pertama untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP diumumkan pada Kamis (18/6/2026) petang. Proses verifikasi hingga pengumuman berlangsung tertib dan dapat dipantau secara daring oleh seluruh peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak tahap pembuatan akun pendaftaran. Menurutnya, sebagian besar masyarakat telah mengikuti prosedur dan persyaratan yang berlaku.

Baca Juga : Lontara Plus Bakal Hadirkan Prakiraan Cuaca BMKG, Munafri: Informasi Penting Kini dalam Satu Genggaman

"Pada tahap pendaftaran akun, sekitar 50 persen sudah melakukan registrasi lebih awal, sementara sisanya dilakukan secara bertahap. Secara umum masyarakat sudah mengikuti tahapan yang kami siapkan," ujarnya.

Achi menjelaskan, hasil seleksi jalur non-domisili dapat diakses secara real time melalui akun masing-masing peserta pada laman resmi SPMB. Peserta dapat mengetahui status kelulusan sekaligus jalur seleksi yang digunakan, baik afirmasi, mutasi, maupun prestasi.

Ia menegaskan, apabila kuota pada jalur afirmasi atau mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dialihkan ke jalur domisili.

Baca Juga : Disdik Makassar Dampingi Wali Kota Pantau Verifikasi SPMB, Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan

"Jika ada kuota afirmasi atau mutasi yang tidak terisi, maka akan dialihkan ke jalur domisili sehingga kesempatan peserta pada jalur tersebut semakin besar," jelasnya.

Achi mengakui masih ditemukan sejumlah kesalahpahaman di masyarakat terkait persyaratan jalur non-domisili, khususnya jalur mutasi. Banyak yang mengira mutasi berarti perpindahan tempat tinggal antarwilayah di dalam Kota Makassar.

Padahal, sesuai petunjuk teknis, jalur mutasi diperuntukkan bagi anak yang orang tuanya berpindah tugas atau pekerjaan dari daerah lain ke Kota Makassar.

Baca Juga : O2SN Makassar 2026 Resmi Ditutup, Para Juara Diganjar Beasiswa dan Siap Wakili Kota ke Tingkat Provinsi

"Misalnya orang tua berpindah tugas dari Kendari ke Makassar. Anak yang bersangkutan dapat mengikuti jalur mutasi dengan syarat memiliki dokumen resmi perpindahan orang tua. Ini yang sering dimaknai berbeda oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, Disdik Makassar juga masih menemukan peserta dari luar Kota Makassar yang mencoba mendaftar melalui jalur prestasi. Padahal, jalur tersebut diprioritaskan bagi peserta didik yang lulus dari sekolah dan berdomisili di Kota Makassar.

Sementara itu, bagi calon peserta didik yang tinggal di wilayah perbatasan seperti Makassar-Maros, Makassar-Gowa, dan Makassar-Takalar, tetap dapat mengikuti jalur domisili melalui kuota khusus sebesar lima persen.

Baca Juga : Resmi Dibuka, O2SN dan GSI 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Muda Makassar

"Jalur prestasi memang kami prioritaskan untuk anak-anak Kota Makassar. Sedangkan yang tinggal di wilayah perbatasan dapat memanfaatkan kuota khusus pada jalur domisili," ujarnya.

Untuk jalur afirmasi, Disdik Makassar menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kategori desil 1 hingga desil 5 sebagai dasar penentuan peserta yang berhak memperoleh kuota.

Karena itu, Achi mengimbau masyarakat agar lebih aktif memahami petunjuk teknis dan melengkapi seluruh dokumen administrasi kependudukan sebelum masa pendaftaran berakhir.

Baca Juga : Pendaftaran SPMB 2026 Makassar Dibuka 8 Juni, Simak Tahapan dan Jadwal Lengkapnya

"Kami terus menyampaikan informasi melalui media sosial, website, dan berbagai media lainnya. Literasi masyarakat terhadap aturan dan persyaratan pendaftaran menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman," tuturnya.

Setelah pengumuman jalur non-domisili, peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan pendaftaran ulang, verifikasi, dan validasi pada 19–21 Juni 2026.

Selanjutnya, pendaftaran Jalur Domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP akan berlangsung pada 22–26 Juni 2026.

Menghadapi jalur domisili yang diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak, Disdik Makassar telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, salah satunya melalui penguatan sistem digital berbasis Super Apps Lontara Plus.

Selain itu, mekanisme pendaftaran dibedakan antara jenjang TK, SD, dan SMP agar beban sistem dapat terdistribusi dengan lebih baik.

"Kami membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi kepadatan. Setelah itu baru jalur domisili dibuka. Dengan sistem yang ada saat ini kami optimistis proses pendaftaran dapat berjalan lancar," kata Achi.

Ia juga mengingatkan orang tua agar memastikan data kependudukan, khususnya kartu keluarga, telah diperbarui. Sebab, sistem akan menggunakan titik koordinat alamat pada kartu keluarga untuk mengukur jarak tempat tinggal peserta dengan sekolah tujuan.

Disdik Makassar juga memastikan kesiapan tim verifikator di setiap sekolah akan terus dievaluasi. Jika terjadi lonjakan pendaftar, maka jumlah verifikator akan ditambah agar pelayanan tetap optimal.

Selain sekolah negeri, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sekolah swasta yang telah bekerja sama untuk menampung peserta didik apabila kapasitas sekolah negeri telah terpenuhi.

"Nanti akan muncul pilihan sekolah dalam sistem, termasuk beberapa sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Mereka siap menerima siswa dan tidak membebankan biaya kepada orang tua," tutup Achi.

Sebelum pengumuman hasil jalur non-domisili, Achi Soleman sempat meninjau langsung proses verifikasi di UPT SPF SMP Negeri 8 Makassar dan UPT SPF SMP Negeri 23 Makassar. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Disdik Makassar untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berlangsung objektif, akuntabel, transparan, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#SPMB 2026 Makassar #SPMB Makassar #disdik makassar #Achi Soleman #Jalur Non Domisili #Jalur Domisili #SPMB SD Makassar #SPMB SMP Makassar #Lontara Plus #Pendaftaran Sekolah Makassar #PPDB Makassar 2026 #DTSEN #jalur afirmasi
Youtube Jejakfakta.com