Sabtu, 20 Juni 2026 21:17

Donor Darah Jadi Gerakan RT-RW, Wali Kota Makassar Siapkan Aksi Mingguan Demi Selamatkan Nyawa

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,  saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar PMI Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (20/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar PMI Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (20/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggagas gerakan donor darah mingguan melibatkan RT-RW untuk memperkuat stok darah PMI dan menjawab meningkatnya kebutuhan darah di Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyiapkan gerakan donor darah mingguan berskala besar untuk menjawab tantangan kekurangan stok darah di Kota Makassar.

Program kemanusiaan tersebut akan melibatkan seluruh kecamatan hingga tingkat RT dan RW sebagai motor penggerak partisipasi warga dalam donor darah rutin.

Komitmen itu disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar PMI Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (20/6/2026).

Baca Juga : TDA Makassar Siap Dampingi UMKM Sulap Sampah Jadi Peluang Bisnis

Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengungkapkan kebutuhan darah di Makassar terus meningkat karena kota ini menjadi pusat rujukan pasien dari berbagai daerah di Indonesia Timur.

Hingga pertengahan 2026, PMI Kota Makassar telah mengumpulkan 16.568 kantong darah. Sekitar 85 persen berasal dari donor sukarela, sementara sisanya masih mengandalkan donor keluarga akibat keterbatasan stok darah.

“Ini menjadi tamparan bagi kami. Harapannya, ke depan kebutuhan darah bisa terpenuhi dari donor sukarela,” ujarnya.

Baca Juga : Dua Kelurahan Makassar Jadi Pilot Project Sadar HAM, Appi Harap Direplikasi ke 153 Kelurahan

Menanggapi hal tersebut, Munafri menilai Makassar memiliki potensi besar membangun gerakan donor darah yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan sekitar 6.000 RT dan 900 RW yang tersebar di seluruh kota, kebutuhan darah dapat dipenuhi melalui sistem donor bergilir setiap pekan.

“Pemerintah kota siap mengambil peran. Ini persoalan kemanusiaan yang harus kita kerjakan bersama,” tegas Munafri.

Baca Juga : Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah

Ia menilai donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk kepedulian tanpa memandang latar belakang penerima manfaat.

“Orang yang mendonor adalah orang yang paling ikhlas. Dia tidak tahu siapa yang menerima darahnya, dari mana asalnya, apa agamanya, tetapi tetap memberikan demi menyelamatkan kehidupan orang lain,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar bersama PMI Kota Makassar akan menyusun skema donor darah rutin mingguan yang melibatkan camat, lurah, RT, dan RW di seluruh wilayah kota.

Baca Juga : Hadapi Kemarau Panjang, Appi Minta PDAM Makassar Jaga Pasokan Air dan Likuiditas

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan awal Juli 2026 dengan sistem rotasi antar kecamatan setiap pekan.

Pemkot Makassar berharap gerakan donor darah massal ini mampu menjaga kestabilan stok darah PMI sepanjang tahun sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Donor darah #Munafri Arifuddin #PMI Makassar #stok darah #gerakan donor darah #donor darah mingguan #kebutuhan darah Makassar #Hari Donor Darah Sedunia 2026 #PMI Sulsel #aksi kemanusiaan #donor sukarela
Youtube Jejakfakta.com