Jumat, 10 Februari 2023 09:59

Lebih 20.000 Korban Tewas akibat Gempa Bumi di Turki dan Suriah 6 Februari

Peta pusat gempa bumi M 7,8 dan M 7,5 di Turki. [Channek 4 News]
Peta pusat gempa bumi M 7,8 dan M 7,5 di Turki. [Channek 4 News]

Pencarian korban hingga detik ini terus berlangsung. Suhu di bawah titik beku dan hujan menambah rintangan proses evakuasi.

Makassar, jejakfakta.com - Angka korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,8 di Turki dan Suriah makin memilukan, sudah melampaui 20 ribu jiwa.

Laporan yang dihimpun Jumat (10/2/2023), tercatat 17.674 orang tewas yang ditemukan di Turki dan Suriah 3.377 korban tewas.

Total 21.051 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,8 disusul M 7,5 yang mengguncang kedua negara tersebut Senin (6/2/2023) dini hari dan siang waktu setempat.

Baca Juga : Turki Gempa Lagi, Kali Ini M 6,3, Data Sementara 3 Tewas

Pencarian korban hingga detik ini terus berlangsung. Suhu di bawah titik beku dan hujan menambah rintangan proses evakuasi.

Pun, cuaca dingin, kekurangan air, dan lambatnya bantuan diduga memicu angka korban meninggal melonjak.

Berbagai kalangan memerkirakan angka korban meninggal masih akan bertambah. 

Baca Juga : Cerita Relawan Asal Makassar Bantu Korban Gempa Turki di Suhu Dingin

Gempa bumi Turki kali ini diklaim paling mematikan sejak 1939.

Gempa Turki M 7,8 awal pekan ini memang jauh lebih berbahaya karena pusat gempa dangkal, berkedalaman 7 kilometer dan episentrum Provinsi Kahramanmaraş, tepatnya di Distrik Pazarcık.

Saking kuatnya guncangan, Mesir hingga Italia turut bergetar. 

Baca Juga : Masih Ada yang Hidup Tertimbun Reruntuhan Gempa Turki, Lebih 37.000 Korban Tewas

Total 10 wilayah terdampak gempa di Turki: Kilis, Kahramanmaras (pusat gempa), Hatay, Adıyaman, Gaziantep (pusat gempa), Şanlıurfa, Diyarbakır, Adana, Malatya, dan Osmaniye.

Kamis (9/2/2023), kantor berita AFP melaporkan, total 12.049 korban meninggal dunia akibat gempa bumi M 7,8 di Turki dan Suriah. Rinciannya: 9.057 korban meninggal dunia di Turki dan Suriah 2.992 tewas.

NY Times juga melaporkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan menuai kritik warga. Warga menyebut evakuasi dan bantuan ke korban berjalan lambat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Turkiye #Suriah #Kahramanmaras #Syria
Youtube Jejakfakta.com