Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tak hanya mengandalkan langkah teknis untuk menghadapi kemarau dan krisis air bersih.
Di tengah upaya menyalurkan bantuan air menggunakan mobil tangki ke puluhan titik dan mendorong penyediaan air melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor, Pemkot Makassar juga mengajak masyarakat menempuh ikhtiar spiritual.

Ribuan warga bersama jajaran Pemkot Makassar, tokoh agama, imam masjid, RT/RW, LPM, hingga pekerja keagamaan melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan secara berjamaah di Halaman Timur Masjid Al Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Baca Juga : Resmikan Masjid Baitul Aqsha, Munafri Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Jaga Indeks Toleransi
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.
"Tujuan utama dari Salat Istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah yang mengalami kemarau panjang, termasuk Makassar, yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih," kata Syarief.
Salat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Makassar menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Baca Juga : 5.938 Rumah di Rappocini Sudah Nikmati Iuran Sampah Gratis, Kini Diperluas hingga 14.977 KK
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut hadir dalam pelaksanaan salat tersebut. Imam Besar Masjid Al Markaz Al-Islami, Muammar Bakry, bertindak sebagai khatib, sementara Salat Istisqa dipimpin Hasan Basri sebagai imam.
Menurut Syarief, pelaksanaan Salat Istisqa tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Makassar dengan pengurus Masjid Al Markaz Al-Islami. Oleh sebab itu, pemerintah kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat.
"Kegiatan ini, kami mengundang seluruh pengurus masjid, seluruh RT dan RW, LPM, termasuk seluruh imam masjid dan pekerja keagamaan," tuturnya.
Baca Juga : Bertambah 15.177 KK Tamalate Nikmati Iuran Sampah Gratis, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
"Pada prinsipnya, kita ketahui bersama bahwa kekeringan juga sedang melanda kita dan memang harus berusaha dan berikhtiar," tambah mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar itu.
Syarief menegaskan, ikhtiar tersebut tidak berarti pemerintah hanya menunggu hujan turun. Berbagai langkah penanganan krisis air tetap dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Sebelumnya, Pemkot Makassar telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sekitar 50 titik yang terdampak kekeringan.
Baca Juga : 12.361 Rumah di Panakkukang Bakal Nikmati Iuran Sampah Gratis, Nilainya Capai Rp2,8 Miliar
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui program SPAM berbasis sumur bor untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih.
"Ini salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Ini bentuk usaha kita. Kita tidak pernah putus asa untuk tetap berusaha agar hujan di Makassar maupun seluruh Indonesia bisa segera turun," harap Syarief.
Ia juga mengatakan pesan yang disampaikan dalam khutbah Salat Istisqa menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan melangitkan doa kepada Allah SWT.
Baca Juga : Iuran Sampah Gratis Diperluas, 12.501 KK di Tamalanrea Berpotensi Nikmati Pembebasan pada 2026
Menurutnya, kekeringan tidak hanya harus dihadapi dengan pendekatan teknis, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia memperbaiki diri dan memperbanyak doa.
"Melangitkan doa itu penting, untuk mengingatkan masyarakat Kota Makassar lainnya agar senantiasa mengharap pengampunan dari Allah SWT sehingga keberkahan turun di Makassar," tuturnya.
Syarief menambahkan, Salat Istisqa tidak harus berhenti pada pelaksanaan hari ini. Jika kondisi kekeringan masih berlangsung, kegiatan serupa dapat kembali dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar bersama.
"Saya kira tidak jadi masalah diulang terus, namanya kita berusaha. Pastinya kita akan mengikuti jika ada rangkaian kegiatan Salat Istisqa lainnya," katanya.
Pelaksanaan Salat Istisqa di Halaman Timur Masjid Al Markaz Al-Islami tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta.
Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Selle KS, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal.
Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air, Pemkot Makassar kini menempuh dua jalur sekaligus, yakni mengatasi kebutuhan air secara langsung di lapangan sembari mengetuk pintu langit lewat doa.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan upaya penanganan air bersih jangka panjang melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
"Tahun ini Pemkot menghadirkan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air. Ini akan terus bertambah," katanya.
Sejalan dengan upaya itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari.
"Selain SPAM, ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusikan kebutuhan air," jelasnya.
Tidak sampai di situ, pemerintah juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Apa yang kami lakukan, untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover di RT/RW," tukasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




