Rabu, 16 September 2026 17:31

Pemkot Makassar Siapkan 40 Titik SPAM Baru untuk Atasi Kekeringan Jangka Panjang

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Dinas Pekerjaan Umum (PU) KOta Makassar terus memperkuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Dinas Pekerjaan Umum (PU) KOta Makassar terus memperkuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar menyiapkan 40 titik SPAM baru pada 2025-2027 untuk memperkuat akses air bersih dan mengantisipasi kekeringan jangka panjang.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah utara dan timur kota yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan distribusi PDAM.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan persoalan kekeringan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya curah hujan. Menurutnya, ketersediaan sumber air serta sistem distribusi yang mampu menjangkau seluruh masyarakat juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

"Persoalan kekeringan tanggung jawab kami, pemerintah, untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang. Ini sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bagi warga Kota Makassar," ujar Zuhaelsi, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga : Tinjau Wajah Baru TPA Tamangapa, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah Kota Makassar.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan darurat berupa distribusi air melalui mobil tangki, tetapi juga mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Karena itu, Dinas PU terus melakukan langkah antisipasi melalui penguatan infrastruktur air bersih dan kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM.

Baca Juga : Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak kekeringan selama musim kemarau.

"Sehingga kami dari Dinas PU Kota Makassar juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, bekerja dengan kolaborasi, dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terhadap air terpenuhi," jelasnya.

Bangun SPAM di Wilayah Belum Terlayani

Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Referensi DPRD Palopo soal Efisiensi dan Pengelolaan Perusahaan

Zuhaelsi menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan Dinas PU adalah pembangunan SPAM pada kawasan yang belum terjangkau atau belum mendapatkan layanan distribusi PDAM secara optimal.

Pembangunan tersebut terutama diarahkan ke wilayah pinggiran kota, kawasan utara Makassar, serta sejumlah wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih.

"Kami membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau dan terlayani secara optimal," katanya.

Baca Juga : PDAM Makassar Salurkan 2.550 M³ Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Menurutnya, kawasan kepulauan menjadi salah satu perhatian karena sebagian masyarakat masih bergantung pada sumur dangkal yang debit airnya rentan menurun ketika musim kemarau berlangsung.

Dengan pembangunan SPAM, ia berharap masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman.

"Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman," terangnya.

Baca Juga : Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26.888 KK

Ia juga menyebutkan, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan.

Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.

Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun, antara lain melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.

Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah Sambungan Rumah (SR) pada SPAM yang sudah tersedia.

"Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik," tuturnya.

23 Lokasi SPAM pada 2025

Zuhaelsi memaparkan, sepanjang 2025 Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan perhatian khusus pada Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Dari 23 lokasi tersebut, sebanyak 14 merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi untuk peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi untuk perluasan jaringan.

"Sejumlah SPAM yang telah dibangun juga telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, baru-baru ini," ungkapnya.

Khusus wilayah kepulauan, Dinas PU menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.

Untuk Pulau Lumu-Lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).

Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah air payau menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

"Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-Lumu dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum," beber Zuhaelsi.

18 Lokasi SPAM pada 2026

Penguatan SPAM berlanjut pada 2026. Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan di 18 lokasi.

Lokasi tersebut mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Dari 18 lokasi tersebut, sebanyak 10 merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi untuk peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi untuk perluasan.

Zuhaelsi menjelaskan, pembangunan satu SPAM baru membutuhkan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen utama, seperti pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).

"Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah," jelasnya.

Kapasitas layanan setiap SPAM dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 Sambungan Rumah. Bahkan, pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR, tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Siapkan 24 Lokasi untuk 2027

Tidak berhenti pada 2025 dan 2026, Dinas PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan SPAM untuk 2027.

Sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran. Fokus utama diarahkan kembali ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

Dari rencana tersebut, terdapat 16 lokasi yang disebut sebagai pembangunan SPAM baru, sementara sisanya diarahkan untuk kegiatan pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.

"Jika dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027," bebernya.

"Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi," tambahnya.

Zuhaelsi menegaskan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.

Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM," katanya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.

Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.

Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.

"Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau," pungkas Zuhaelsi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#SPAM Makassar #Sistem Penyediaan Air Minum Makassar #Air Bersih #kekeringan Makassar #PDAM Makassar #SPAM baru #air minum #Pemkot Makassar #Zuhaelsi Zubir
Youtube Jejakfakta.com