Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan sebagai kota global.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas Munafri saat menerima audiensi sejumlah perwakilan dosen dan mahasiswa Departemen HI UI dan Unhas di Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026).

Dosen HI UI, Asra Virgianita, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengusulkan program lokakarya bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Baca Juga : Retribusi PBG Makassar Tembus Rp21,38 Miliar, Baru 37 Persen Bangunan Terdata Berizin

Asra menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis antara akademisi dan ASN, khususnya terkait pengembangan kapasitas diplomasi serta hubungan internasional di tingkat pemerintah daerah.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat, dengan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat.
“Jadi, kita dapat bertukar pemahaman tentang teori dan pengalaman-pengalaman praktis,” ujar Asra.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Sabet Juara I Lomba Masak Nasi Goreng se-Sulsel
Munafri menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut. Ia menilai, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah kota membangun kapasitas diplomasi yang lebih terarah, mulai dari pemahaman mengenai diplomasi hingga penguatan pengetahuan tentang peluang kerja sama internasional.
“Saya juga tertarik dengan kolaborasi ini. Jadi, apa yang ada di sini, terkait kapasitas ASN Pemkot Makassar, bisa disempurnakan dengan teman-teman dari UI dan Unhas,” katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa kapasitas diplomasi SDM Makassar menjadi aspek penting dalam mempersiapkan kota menghadapi dinamika kerja sama internasional. Menurutnya, Makassar memiliki peluang besar untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara.
Baca Juga : Dispora Makassar Dukung FORKOT I KORMI, Perkuat Budaya Olahraga dan Ruang Positif bagi Pemuda
Munafri mencontohkan keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara sebagai salah satu peluang strategis Kota Makassar. Selain itu, akses penerbangan internasional dan tingginya aktivitas kunjungan warga negara asing turut membuka ruang interaksi lintas negara.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan SDM Kota Makassar dalam memberikan pelayanan serta membangun hubungan yang baik dengan pengunjung dari berbagai latar belakang.
Ia bahkan mendorong agar penguatan kapasitas diplomasi turut melibatkan pelajar. Pengenalan diplomasi sejak dini dinilai dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi di lingkungan internasional.
Baca Juga : Dulu Ditertibkan, Kini Diberi Ruang Usaha: Appi Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat CFD Jalan Rusa
“Kalau kita bisa membuat program seperti ini, sebaiknya anak-anak sekolah juga dilibatkan. SD dan SMP berada di bawah kewenangan Pemkot, sedangkan SMA berada di tingkat provinsi,” katanya.
Munafri juga menilai keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar dapat menjadi peluang untuk memperluas ruang pembelajaran dan interaksi internasional bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Di sini ada Konsulat Jepang sama Australia. Perwakilan kehormatan itu ada Prancis, Belanda, Swiss, Kroasia. Ini bisa kita ajak semua, bareng-bareng kita bicara tentang diplomasi,” pungkasnya.
Baca Juga : Dari Coto Makassar hingga Sunset Sailing, Aliyah Promosikan Wisata Makassar di APEKSI 2026
Ia pun mendorong agar rencana lokakarya tersebut dibahas lebih lanjut secara teknis bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar. Dengan demikian, program yang disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah kota. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



