Selasa, 20 Oktober 2026 20:02

Pemkab Lutim dan Save the Children Evaluasi Sekolah Sehat, Enam Sekolah Jadi Sasaran Monitoring

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pengawasan pelaksanaan program kesehatan sekolah melalui monitoring langsung di sejumlah sekolah dampingan, Selasa (20/10/2026). @Jejakfakta/dok. IST.
Pengawasan pelaksanaan program kesehatan sekolah melalui monitoring langsung di sejumlah sekolah dampingan, Selasa (20/10/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Pemkab Luwu Timur bersama Save the Children dan Yayasan Celosia Marennu memonitor enam sekolah untuk memperkuat program kesehatan dan mewujudkan sekolah sehat.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia memperkuat pengawasan pelaksanaan program kesehatan sekolah melalui monitoring langsung di sejumlah sekolah dampingan, Selasa (20/10/2026).

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan program Healthier Smiles Program berjalan optimal, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kendala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Kegiatan tersebut melibatkan Yayasan Celosia Marennu sebagai mitra implementasi program di lapangan. Monitoring ini juga menjadi tindak lanjut Rapat Persiapan Monitoring Bersama Working Group Healthier Smiles Program.

Baca Juga : Perlindungan Pekerja Makin Luas, Luwu Timur Raih Juara II Jamsostek Award 2026

Pada hari pertama, tiga tim pengamat atau observer diterjunkan untuk meninjau enam sekolah, yakni SDN 114 Batangnge, SDN 109 Majaleje, MIN 1 Lutim, SDN 108 Bone Pute, MIS DDI Cendana Hijau, dan SDN 136 Cendana Hijau.

Pemantauan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026) dengan menyasar sekolah yang berbeda.

Tiga Aspek Jadi Fokus Evaluasi

Baca Juga : 95 ASN Luwu Timur Dibekali Strategi Perencanaan Pembangunan Responsif Gender

Dalam monitoring tersebut, tim mengevaluasi tiga aspek utama, yaitu pendidikan dan pelayanan kesehatan, fasilitas sanitasi sekolah, serta kondisi lingkungan sekolah sehat.

Penilaian dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas sekolah dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan guru dan siswa.

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program, termasuk sejauh mana kebiasaan hidup sehat telah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Perluas Akses Informasi, Pemkab Lutim Sosialisasikan Beasiswa Lutim Juara 2026

Observer dari Pemkab Luwu Timur yang juga bertugas sebagai pengawas sekolah binaan, Hamsi, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

Menurutnya, monitoring secara berkala diperlukan agar pelaksanaan program tidak sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi benar-benar mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di kalangan siswa.

Sekolah Siap Tindak Lanjuti Hasil Monitoring

Baca Juga : Bupati Irwan Teken Pakta Integritas, Percepatan RDTR Jadi Prioritas Pembangunan Lutim

Kepala SDN 109 Majaleje, Sabrum, mengapresiasi perhatian Pemkab Luwu Timur, Save the Children Indonesia, dan Yayasan Celosia Marennu terhadap peningkatan kesehatan di lingkungan sekolah.

Ia menyatakan pihak sekolah berkomitmen menindaklanjuti catatan hasil evaluasi, termasuk melengkapi fasilitas yang masih kurang untuk memenuhi indikator sekolah sehat.

Sementara itu, District Coordinator Save the Children Indonesia, Rina Zulwiyati, menjelaskan bahwa monitoring lapangan bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus memetakan perkembangan dan kebutuhan sekolah dampingan.

Baca Juga : Pantau 12 Sekolah, Pemkab Lutim dan Save the Children Evaluasi Program Kesehatan Gigi Anak

“Monitoring ke sekolah dampingan ini dimaksudkan untuk memantau pelaksanaan program, memastikan kegiatan, serta mengetahui perkembangan, tantangan dan kebutuhan sekolah dalam implementasi program dampingan,” terangnya.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Luwu Timur, Save the Children Indonesia, dan Yayasan Celosia Marennu, hasil monitoring diharapkan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program kesehatan sekolah.

Dengan demikian, upaya mewujudkan sekolah sehat tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi juga tercermin dalam ketersediaan sanitasi yang memadai, pelayanan kesehatan, serta kebiasaan hidup sehat yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pemkab luwu timur #Save the Children Indonesia #Sekolah Sehat #Healthier Smiles Program #kesehatan sekolah #monitoring sekolah #sanitasi sekolah #Yayasan Celosia Marennu #Pendidikan Luwu Timur #Kesehatan Gigi Anak
Youtube Jejakfakta.com