Jejakfakta.com, Makassar - Rahmad Dg Mone (43) karyawan PDAM Kabupaten Maros yang ditemukan tewas mengenaskan, saat ini menjalani proses autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar.
Pihak keluarga meminta untuk dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian Rahmad Dg Mone.

Anwar (33) keluarga korban, mengatakan, autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab korban meninggal. Pihak keluarga mengaku ada kejanggalan dalam kematian korban tersebut.
Baca Juga : Terbongkar! Warga Asing Bangun Pabrik Miras di Tanralili Maros
"Kita mau cepat tahu (penyebabnya), makanya kita autopsi," ujar Anwar saat ditemui jejakfakta di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jl Mappaodang, Makassar, Selasa (21/2/2022)
Sementara Muhammad Fahrul (27), keponakan korban mengatakan, autopsi dilakukan karena ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.
Menurutnya, ada yang janggal, ia menduga ada indikasi korban dibunuh.
Baca Juga : Yang Terjadi sebelum Rahmat Karyawan PDAM Maros Ditemukan dengan Leher Tergorok
"Kita pihak keluarga korban keget dengan kejadian ini. Robek lehernya, berlobang, nadinya tergores. Tapi memang, kalau dia mau bunuh diri kenapa harus jauh, bisa misalnya minum baigon atau maupun yang lain," tuturnya.
Bagi keluarga, korban dikenal sebagai orang yang sabar, dan aktif mengukuti kegiatan atau acara keluarga.
Pantauan jejakfakta.com di lokasi sekitar pukul 15.45, tampak sejumlah kerabat korban berdatangan sembari menunggu hasil autopsi. Hingga pukul 18.02 Wita keluarga masih menunggu hasil autopsi korban.
Rencana korban Rahmad Dg. Mone akan dibawah ke rumah duka, di Jalan Dahlia Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




